Panca Karya Bantah Terjadi Pungli di Lintasan Hunimua-Waipirit
rany panca

AMBON,Nunusaku.id,- Direktur Utama Perusahan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya M.Rany Tualeka menegaskan tidak benar jika ada terjadinya liar pungutan atau biaya lain-lain yang ditarik untuk penumpang kelas ekonomi lintasan Hunimua-Waipirit.

Penegasan itu seiring isu yang beredar di sejumlah laman media sosial (Medsos) tentang pungutan lain yang tidak sah oleh operator kapal motor penyebrangan (KMP) lintasan Hunimua-Waipirit maupun sebaliknya kepada penumpang.

Menurut Tualela, tarif untuk tiap kelas yang dipatok PD.Panca Karya untuk seluruh kelas di lintasan Hunimua-Waipirit sudah sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

“Tidak ada pungutan atau biaya lain-lain untuk penumpang kelas ekonomi. Harga tiket itu sudah sesuai peraturan, dan tiket dibeli melalui aplikasi online,” tegas Tualeka kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (18/6/26).

Tualeka menjelaskan jika tarif yang digunakan Panca Karya bahkan masih cukup murah, baik untuk kelas ekonomi, bisnis maupun VIP.

“Tarif kami masih sangat terjangkau dan memang sesuai dengan pasilitas yang kami sediakan untuk masing-masing penumpang di tiap kelas,” akuinya.

Adapun tarif tambahan itu hanya berlaku untuk pengguna yang menginginkan fasilitas tambahan, seperti penumpang yang sudah memiliki tiket ekonomi tapi mengingkan fasilitas bisnis ataupun dari bisnis ke fasilitas ekslusif (VIP).

“Memang ada biaya tambahan sebesar Rp 6.500, tapi itu berlaku bagi penumpang kelas ekonomi yang menginginkan fasilitas bisnis atau bisnis ke eksklusif. Diluar itu masih normal,” urainya.

Kebijakan ini menurut Tualeka, hanya berlaku untuk lintasan Hunimua-Waipirit dan tidak berlaku di jalur komersil lain seperti Galala-Namlea maupun di jalur perintis lainnya.

“Jadi kenapa hanya di jalur Hunimua-Waiprit? Karena lintasan ini cukup padat bagi penumpang dan waktu yang singkat untuk ABK. Durasi pemesanan dan pemeriksaan tiket tidak lama cukup singkat. Hanya ada satu jam, 30 menit untuk bongkar dan 30 menit untuk angkut,” bebernya.

Untuk biaya tambahan ini model transaksi yang dipakai Panca Karya memang belum digital, namun dibayarkan secara langsung kepada petugas di atas kapal dan tercatat dalam pembukuan.

“Sehingga perlu ditegaskan bahwa itu bukan pungli. Sebagaimana yang diviralkan,” ketusnya sembari menyentil unggahan salah satu pengguna media sosial yang menyebut kalau ada biaya tambahan bagi penumpang di kelas ekonomi.

“Kami akui ada kesalahan dalam percetakan, itu sebenarnya bukan suplesi. Namun kami sementara lagi upgrade sistemnya. Kedepan transaksi untuk fasilitas tambahan diatas kapal ini akan online. Kita rencana menggunakan qris, bukan lagi manual,” pungkasnya. (NS)

Views: 13
Facebook
WhatsApp
Email