
AMBON,Nunusaku.id,- Operasi pencarian hari ketiga terhadap delapan warga Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) korban speedboat tenggelam lagi-lagi belum membuahkan hasil lantaran cuaca buruk.
Hal ini diketahui berdasarkan hasil pencarian yang dilakukan tak hanya oleh kantor SAR Ambon, namun juga melibatkan banyak potensi SAR termasuk masyarakat Tepa dan sekitarnya.
Unsur-unsur tersebut seperti BPBD Kabupaten MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Syahbandar Tepa, Camat Babar Barat, Dinas Kesehatan MBD, Kepala Desa Sinairusi, tokoh agama dan masyarakat.
Operasi pencarian oleh potensi SAR awalnya dilakukan dengan Kapal Patroli KP.XVI-2006 milik Ditpolairud Polda Maluku dari Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar menuju pulau Tepa-MBD dengan jarak ± 103 NM Heading 274° arah Barat dari Pelabuhan Yosudarso Saumlaki.
Namun Kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan untuk operasi pencarian akibat cuaca buruk pada jarak ± 25 Nautical Mile dari Saumlaki dan memutuskan untuk menepi dan bermalam di Desa Namtabung, Kecamatan Selaru-Tanimbar.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhammad Arafah menyebut, sesuai informasi yang diterima dari Camat Babar, bahwa pencarian oleh masyarakat menggunakan speedboat juga tidak dapat dilakukan akibat buruknya cuaca dan tinggi gelombang di Perairan Tepa.
“Sehingga operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada hari keempat, Senin pagi,” beber Arafah kepada awak media, Minggu (14/6).
Diketahui, dari 10 penumpang speedboat tenggelam di Perairan Pulau Dai Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dua diantarnya selamat setelah mencoba berenang ke Desa Sinairusi dan meminta pertolongan yaitu Yakop Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42).
Sedangkan delapan penumpang, dua diantarnya anak-anak masih dalam pencarian yaitu Anton Menahem (40), Asael Daniel (72), Yomima Waliana (36), Regina Unwakoly (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35), Yoksan Unawekla (9) dan Marcelo Unawekla (4). (NS)



