Diawali Ritual Adat, Pencarian Delapan Warga Korban Speedboat Tenggelam di MBD Masih Nihil
IMG-20260613-WA0044

AMBON,Nunusaku.id,- Operasi pencarian hari kedua terhadap delapan warga Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) korban speedboat tenggelam tampak belum membuahkan hasil.

Hal ini diketahui berdasarkan hasil pencarian yang dilakukan tak hanya oleh kantor SAR Ambon, namun juga melibatkan banyak pihak.

Unsur-unsur tersebut seperti BPBD Kabupaten MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Syahbandar Tepa, Camat Babar Barat, Dinas Kesehatan MBD, Kepala Desa Sinairusi, tokoh agama dan masyarakat.

“Pencarian telah dilakukan di hari kedua yang melibatkan unsur SAR, namun hasilnya belum maksimal atau nihil,” tandas Kepala Kantor SAR Ambon, Muhammad Arafah kepada media, Sabtu (13/6).

Warga dan seluruh elemen terkait terutama keluarga tak patah semangat untuk terus mencari para korban. Karena itu acara adat dan doa bersama Pendeta pun dilakukan, dengan harapan Tuhan juga membantu proses tersebut dan para korban ditemukan selamat.

“Doa bersama dan upacara adat dilakukan di dermaga Tepa sebelum kapal kargo dan speedboat bersama alat lainnya dikerahkan untuk mencari para korban,” tandas Jemi Lico, Kepala Pelaksana BPBD MBD via seluler, Sabtu (14/6).

Sebelum operasi SAR berjalan, pencarian terhadap para korban telah lebih dulu dilakukan masyarakat dengan speedboat dan stakeholder terkait di MBD bersama kapal cargo KM Tiefelin, namun juga belum berbuah hasil.

“Operasi telah dihentikan dan akan dilanjutkan di hari ketiga, dengan terus melakukan monitoring dan koordinasi terhadap perkembangan pencarian dengan para pihak di lapangan,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan speedboat kembali terjadi di laut Maluku. Kali ini menimpa warga Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Speedboat diketahui membawa 10 penumpang dari Desa Sinairusi Pulau Dai tujuan Tepa, dua diantarnya anak kecil, Yoksan Unawekla (9) dan Marcelo Unawekla (4).

Namun ditengah perjalanan akibat cuaca buruk disertai gelombang tinggi, speedboat terbalik dan penumpang mengalami tenggelam di sekitar perairan Pulau Dai.

Informasi kejadian itu pertama kali diterima Kantor SAR Ambon dari Jemi Lico, Kepala Pelaksana BPBD MBD.

Dimana, dua orang dilaporkan selamat dalam kejadian naas itu. Sedangkan delapan orang lainnya masih dalam pencarian instansi terkait dan masyarakat setempat.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, dua orang penumpang speedboat telah ditemukan selamat. Sisanya delapan penumpang masih dalam pencarian,” tandas Muhammad Arafah, Kepala Kantor SAR Ambon, Jum’at (12/6).

Dikatakan, dua penumpang yaitu Yakob Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42) selamat karena berupaya berenang ke Desa Sinairusi dan kemudian meminta pertolongan masyarakat.

Pertolongan pencarian awalnya telah dilakukan kapal cargo KM. Teifelin bersama masyarakat, namun hasil nihil. Selain memang dihadapkan dengan kendala cuaca buruk dan kehabisan BBM.

Demikian pula tiga unit Speedboat dari Tepa dan satu unt Sinairusi telah ikut mencari para korban lainnya, namun juga terkendala cuaca buruk.

“Pencarian telah dilakukan masyarakat terhadap delapan orang penumpang, namun hingga kini hasilnya nihil sehingga selanjutnya meminta bantuan SAR untuk operasi pencarian,” jelasnya.

Delapan penumpang yang masih hilang atau sedang dalam pencarian yaitu Anton Menahem (40), pengemudi speedboat, Asael Daniel (72), Yomima Waliana (36), Regina Unwakoly (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35), Yoksan Unawekla (9) dan Marcelo Unawekla (4). (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email