73 Calon Bintara Polri Maluku Lolos Uji Jasmani
IMG-20260612-WA0002

AMBON,Nunusaku.id,- Sebanyak 73 calon anggota Bintara Polri tahun anggaran 2026 di Provinsi Maluku dinyatakan memenuhi syarat (MS) setelah mengikuti tahapan uji kesamaptaan jasmani.

Dari 73 peserta,  terdiri dari 67 peserta pria dan 6 peserta wanita mengikuti seluruh rangkaian pengujian. Sebagai bentuk transparansi, hasil penilaian langsung diumumkan kepada peserta.

Pengumuman disampaikan Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku berdasarkan hasil rekapitulasi resmi tim penguji.

Polda Maluku memastikan seluruh proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan berintegritas melalui penerapan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi selaku ketua pelaksana seleksi penerimaan Bintara Polri Daerah Maluku, memimpin langsung uji kesamaptaan jasmani di Lapangan Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Kamis (11/06).

Pelaksanaan uji jasmani tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen anggota Polri guna memastikan calon peserta memiliki kesiapan fisik, kemampuan dasar, serta karakter yang sesuai dengan tuntutan tugas kepolisian.

Kombes Pol Jemi menegaskan, Polda Maluku berkomitmen menghadirkan proses seleksi yang mengedepankan sistem merit, yaitu penilaian berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan hasil capaian peserta tanpa adanya intervensi maupun perlakuan khusus terhadap calon peserta.

“Seluruh tahapan seleksi kami pastikan berjalan objektif, transparan, dan akuntabel. Nilai yang diperoleh peserta adalah hasil kemampuan masing-masing yang diuji sesuai standar yang telah ditetapkan. Tidak ada ruang untuk praktik kecurangan maupun intervensi dalam proses seleksi ini,” tegas Jemi.

Untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses penerimaan anggota Polri, uji kesamaptaan jasmani dikawal melalui mekanisme pengawasan berlapis, baik dari unsur internal maupun eksternal.

Pengawasan internal melibatkan Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, sementara pengawasan eksternal dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku sebagai bentuk keterbukaan dan akuntabilitas proses seleksi.

Sebelum ujian fisik, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Maluku, meliputi pengecekan kondisi fisik dan tekanan darah untuk memastikan peserta berada dalam kondisi siap mengikuti tahapan pengujian.

Adapun materi uji kesamaptaan jasmani yang dilaksanakan meliputi kesamaptaan jasmani A berupa lari ketahanan selama 12 menit, kesamaptaan Jasmani B yang terdiri dari pull-up, sit-up, push-up, shuttle run (lari angka 8), uji kemampuan renang, serta pemeriksaan antropometri atau postur tubuh.

“Berdasarkan hasil penilaian tim penguji, seluruh peserta dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya,” tandas Jemi.

Dirinya juga memberi motivasi kepada seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran, disiplin, dan semangat berkompetisi secara sehat selama mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Menjadi anggota Polri bukan hanya butuh kemampuan fisik, tetapi juga integritas, mental kuat, serta komitmen untuk melayani masyarakat. Karena itu, seluruh peserta harus tunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas,” ujar Kombes Jemi.

Polda Maluku menegaskan, penerapan prinsip BETAH dalam proses rekrutmen merupakan bagian dari upaya Polri membangun organisasi yang semakin profesional, modern, dan dipercaya masyarakat melalui mekanisme seleksi yang bersih dan berkeadilan. (NS)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email