
AMBON,Nunusaku.id,- Universitas Pattimura) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80 di Lapangan Upacara Universitas Pattimura, Senin (1/6).
Upacara dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dr. Dominggus Malle, diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta siswa Sekolah Laboratorium Universitas Pattimura sebagai wujud komitmen bersama dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Malle saat membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi menegaskan, nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol maupun hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dirinya mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai Pancasila jangan hanya menjadi simbol dan hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata,”ujarnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pedoman dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi landasan Indonesia dalam berkontribusi bagi perdamaian dunia.
Selain mengajak generasi muda, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Yudian juga menegaskan pentingnya setiap kebijakan publik berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
“Hal ini penting untuk mewujudkan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta mencegah berkembangnya intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan bangsa,”katanya.
Mengakhiri pidatonya, Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan demi mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” demikian Yudian. (NS)



