Apresiasi Jurnalis, Kapolda: Pemberitaan Harus Berkontribusi Bagi Kemajuan Maluku
IMG-20260603-WA0039

AMBON,Nunusaku.id,- Pentingnya setiap pemberitaan diharapkan untuk selalu mempertimbangkan dampak terhadap kemajuan daerah.

Hal itu ditekankan Kapolda Maluku Irjen Polisi Dadang Hartanto dalam “Duduk Bacarita” dengan pengurus organisasi media siber bersama jurnalis di Aula Sagu, Gedung Presisi Polda Maluku, Ambon, Rabu (3/6/26).

Menurut Kapolda, wartawan dan organisasi media memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kondusivitas serta mendukung kemajuan Provinsi Maluku.

“Setiap kali kita menulis, kita harus bertanya: apakah tulisan ini memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Maluku” tandas Jenderal Bintang Dua itu.

Karena itu Kapolda memberi apresiasi tinggi kepada para jurnalis di era post-truth saat ini yang tetap konsisten dalam mengedukasi publik maupun membantu kerja-kerja Kepolisian.

“Peran rekan-rekan media sangat strategis dalam menyajikan informasi yang kredibel, terverifikasi, dan sesuai etika jurnalistik,” katanya.

Kapolda juga mengingatkan potensi konflik sosial yang perlu terus diwaspadai. Menurutnya, bibit konflik sering bermula dari hal-hal kecil seperti bullying di sekolah, lingkungan keluarga, hingga sikap egoisme kelompok dengan paham “right or wrong is my community”.

“Egoisme kelompok ini harus kita identifikasi dan waspadai bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut Irjen Dadang menyampaikan, pihak kepolisian berhasil menekan angka potensi konflik sosial secara signifikan.

Ia berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan sepanjang tahun 2026 melalui kerjasama semua pihak, termasuk media massa dan masyarakat.

“Maluku ini milik kita semua. Mari kita jaga bersama untuk tetap aman, damai, dan maju,” pinta Irjen Pol Dadang.

Ditambahkan Kapolda, salah satu program unggulan yang digalakkan pihaknya adalah Polisi Mengajar, yang mendorong penyisipan materi pendidikan wawasan kebangsaan, toleransi, dan pencegahan konflik ke sekolah-sekolah mulai tingkat SMP hingga SMA.

“Program ini ditujukan untuk membentuk generasi Z dan Alpha agar tidak mudah terprovokasi isu SARA dan hoaks di media sosial. Dengan begitu kita bisa mencegah potensi konflik sedini mungkin,” ajaknya. (NS)

Views: 11
Facebook
WhatsApp
Email