
AMBON,Nunusaku.id,- Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV tahun 2026 akan dihelat di Manokwari Papua Barat 18-26 Juni mendatang.
Kontingan Provinsi Maluku sebagai salah satu peserta di seluruh mata lomba pun telah mulai mempersiapkan diri secara maksimal mengikuti event tersebut dengan pemusatan latihan atau Training Center (TC) di Wisma Gonzalo Velozo Ambon sejak 27 Mei 2026 lalu.
Tak mau hanya melihat dari jauh dan sekedar menerima laporan “asal bapak senang” alias ABS dari Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa ditemani Ketua Tim Penggerak PKK, Ny Maya Baby Lewerissa memilih turun langsung memantau TC Pesparawi, Selasa (2/6).
Disana, Gubernur ikut merasakan suasana yang begitu luar biasa dan memiliki nyawa tersendiri ketika lantunan puji-pujian dari beberapa kelompok sementara berlatih semisal Paduan Suara Remaja Pemuda (PSRP) hingga Paduan Suara Anak (PSA) dinaikkan.
Dirinya pun menggunakan kesempatan berjumpa dengan duta-duta Maluku di bidang seni suara itu untuk sekaligus memberi motivasi dan menebarkan energi positif.
“Sebagai kepala daerah, beta tidak mungkin lepas tangan, hanya monitor dari jauh. Menerima laporan dari Ketua LPPD dan Asisten (Boy Kaya-sekretaris LPPD). Tapi beta merasa wajib dan penting untuk hadir, bakudapa dengan teman-teman kontingen semua,” tandas Lewerissa.
Bagi Gubernur, tidak semua orang diberi anugerah dari Tuhan suara yang indah. Karena itu, ketika sudah mendapat kepercayaan untuk jadi pemuja-pemuji, harus pakai talenta yang ada itu dengan baik dan agar semua orang terberkati lewat pujian yang dilantunkan di Pesparawi nanti.
“Tanggungjawab berat itu harus kita sikapi dengan latihan keras, disiplin dan punya tekad kuat. Beta percaya katong orang Maluku dianugerahi suara luar biasa dari Tuhan. Kita diberi musikalitas yang baik. Ini anugerah dari Tuhan, kita bersyukur untuk itu,” ungkapnya.
Ketika diberi anugerah yang tak orang lain miliki, maka menurutnya, ada hal penting harus diingat dan dipedomani. Bahwa setiap atlet yang berlomba atau bertanding di bidang olahraga dan event-event lainnya, bukan soal kemampuan, tapi yang paling utama adalah tentang mental atau karakter.
“Soal kemampuan, katong miliki itu. Tidak ada yang bisa tandingi kita soal tarik suara. Tapi ini soal mental, karakter. Ini yang biasanya membuat katong kalah di pertarungan baik di level regional, nasional maupun internasional,” tegasnya.
Mentalitas atau karakter dimaksud yaitu tentang disiplin berlatih, disiplin waktu dan ikut aturan serta arahan pelatih. “Kalau saudara-saudara bisa miliki itu, beta yakin betul di Pesparawi nasional, panji-panji Maluku akan berkibar tinggi yang membuat katong bangga sebagai orang Maluku,” ungkapnya penuh energi positif.
Namun begitu, Gubernur tetap mengingatkan pula bahwa tak saja Maluku yang memiliki tekad dan optimis untuk mampu jadi yang terbaik di Pesparawi, tapi daerah lain juga mempersiapkan diri dan pemerintah daerah mereka memberi support luar biasa.
“Pemerintah Maluku, percayalah beta sebagai warga Gereja sangat memberi support dan dukungan luar biasa. Meski katong saat ini dihadapkan dengan efisiensi anggaran tapi pemerintah dan sebagai Gubernur beta tidak akan lepas tangan. Pergi dan pulang semua akan terfasilitasi secara baik dan maksimal,” demikian Lewerissa. (NS)



