
AMBON,Nunusaku.id,- Lebaran Idul Fitri 1445/Hijriah kurang dari sepekan. Menjelang hari besar Umat Islam itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melakukan gerakan pangan murah (GPM) yang terpusat di lapangan Hatukau Desa Batu Merah, Kamis (4/4).
GPM ini dilakukan Pemkot dengan melibatkan sejumlah instansi dan distributor seperti Perum Bulog Maluku, Bank Indonesia, CV Berkat Abadi, PT Midi Utama Indonesia, PT Indomaret Cabang Ambon.
Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, GPM ini digalakkan Pemkot Ambon dalam upaya menstabilkan pasokan dan harga pangan, dengan menjual barang kebutuhan pokok dibawah harga pasaran yang bisa dijangkau masyarakat Kota Ambon khususnya umat Muslim yang akan melaksanakan Idul Fitri.
“Pemkot berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok di tingkat produsen maupun konsumen. Ini program nasional dari Badan Pangan Nasional (Bapanas),” tandasnya.
Selain itu, GPM juga akuinya, dalam upaya meningkatkan akses pasar bagi produsen pangan pokok serta kemudahan akses bahan pangan bagi konsumen dengan harga wajar, serta membangun jaringan distribusi pangan untuk memudahkan stabilisasi pasokan dan harga pangan konsumen.
“Kegiatan ini dilakukan secara inklusif yang melibatkan semua sektor dan diharapkan adanya sinergitas antar level pemerintahan dan stakeholder pembangunan lainnya,” terang Wattimena.
Dikatakan, saat ini harga beberapa kebutuhan bahan pokok sedang mengalami kenaikan disebabkan karena pasokan beras yang menipis dan waktu panen yang mundur dan gagal akibat kondisi cuaca ekstrem dan El Nino.
“Permintaan beras juga terus meningkat selama masa kampanye Pemilu 2024. Dimana pemerintah secara besar-besaran mendistribusi bantuan sosial beras 10kg. Selain itu juga permintaan yang tinggi selama bulan suci Ramadan, menyosong hari raya Idul Fitri dan berbagai faktor lainnya,” ulasnya.
Hal yang sama tambah dia, juga terjadi pada beberapa komoditi lainnya yaitu minyak goreng, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe keriting, dan sayur apakah iru sawi, kangkung dan bayam.
“Tapi kita bersyukur angka inflasi Maret yang telah dirilis awal April 2024, inflasi bulan ke bulan di Ambon alami deflasi atau – 0,04%. Dia berikan kontribusi pada angka inflasi (y on y) yang menurun dibanding bulan sebelumnya dari 2,98 menjadi 2,8,” akuinya.
“Ini menunjukkan upaya Pemkot dan stakeholder lainnya sangat mempengaruhi untuk terus menekan laju inflasi. Semoga ini bisa terus kita pertahankan seiring kebutuhan makin meningkat,” pungkas Bodewin. (NS)



