Saling Lempar Pemuda Kudamati, Jalan Raya Sempat Diblokade
Screenshot_20240404-151222-768x426

AMBON,Nunusaku.id,- Sesama pemuda Kudamati tepatnya di kawasan Farmasi dan Rumah Tingkat terlibat aksi baku lempar di depan Kantor Balai POM Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Kamis (4/4/24) sejak pukul 02.35 WIT.

Akibatnya aksi saling lempar itu, menyebabkan konsentrasi masa antara kedua kelompok pemuda. Hingga berujung pemblokiran jalan menggunakan material.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, IPDA Janete Luhukay menjelaskan, awal kejadian pukul 02.00 WIT, saat personil Polsek Nusaniwe melaksanakan pengamanan di Kantor ASABRI Ambon dan pangkalan ojek Farmasi guna mengantisipasi aksi serupa antara kedua kelompok pemuda.

Tetiba seorang pemuda Rumah Tingkat datang ke arah pangkalan ojek Farmasi dan melakukan lemparan secara diam-diam ke pangkalan ojek yang pada saat itu sedang ditempati personil Polsek Nusaniwe.

Karena dilempar, anggota Polsek Nusaniwe mengejar yang bersangkutan dengan sepeda motor akan tetapi oknum pemuda itu tidak ditemukan.

Selang 5 menit kemudian, sekelompok pemuda Rumah Tingkat mulai berdatangan ke lokasi pangkalan ojek Farmasi dan berteriak untuk memancing pemuda Farmasi keluar, namun tidak ditanggapi.

“Saat itu personil Polsek Nusaniwe merespon dengan menegur kelompok pemuda yang datang untuk kembali, namun teguran itu tidak diindahkan,” urai Luhukay.

Kelompok pemuda itu tambahnya, terus maju sambil lakukan pelemparan ke pangkalan ojek Farmasi dan rumah warga sekitar. Aksi itu pun dibalas kelompok massa pemuda Farmasi yang keluar rumah masing-masing sehingga terjadi aksi saling lempar batu.

Melihat konsentrasi massa antara kedua pihak tidak bisa dikendalikan, personil Polsek Nusaniwe menghubungi Kapolsek Nusaniwe untuk meminta bantuan unit PRC Polresta Ambon.

“Selang beberapa menit kemudian Kapolsek tiba di lokasi kejadian dan bersama-sama personilnya mencoba menghalau kedua kelompok,” jelas Kasi Humas.

Sekitar pukul 02.55 WIT, Ka SPKT Polresta dan PRC juga tiba di lokasi kejadian dan berusaha membubarkan kedua kelompok masa dengan cara melepaskan gas airmata. Cara itu sempat berhasil, kedua kelompok pemuda bubar ke lokasi masing-masing.

Situasi kembali panas sekitar pukul 04.30 WIT, ketika kelompok masa Rumah Tingkat kembali dan melempari pihak kepolisian dengan batu sambil meneriaki rupa-rupa ejekan. Tak terima, PRC kembali bubarkan kelompok masa itu dengan melepaskan gas airmata.

Kejadian itu berbuntut panjang. Akses jalan utama diblokir. Lalu lintas dari dan ke RSU Dr. Haulussy tidak bisa dilewati pengguna jalan akibat juga terjadi konsentrasi massa di depan Indomaret Rumah Tingkat sambil melempari personil kepolisian.

“Tidak terdapat korban luka maupun kerugian material akibat aksi saling lempar. Namun sampai saat ini anggota masih berada di TKP sambil menunggu situasi benar-benar kondusif,” urainya.

Langkah Polisi yang menembakan gas airmata sempat dikomplain. Sebab ada masyarakat yang terdampak. Namun kepolisian sigap, para korban langsung ditangani Kasi Dokkes Polresta dan Dokkes Polda.

“Saat ini pos sementara sudah dari tiga hari lalu. Anggota ditempatkan di pos ojek Farmasi dan pos Gereja Kana depan Kantor Imigrasi. Situasi berhasil dikendalikan, blokade jalan dibuka beberapa jam kemudian usai Wakapolresta dan jajaran, Danramil , bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda kedua pihak bertemu,” jelasnya.

Diketahui, aksi saling lempar batu kedua kelompok imbas kejadian Senin (1/4/24) yang dipicu seorang pemuda Farmasi lakukan pemukulan terhadap pemuda Rumah Tingkat.

Lebih lanjut menurut Luhukay, bentrok kedua kelompok pemuda biasanya dilatarbelakangi egoisme, saling tidak ingin kalah satu sama lain, sama-sama ingin tunjukkan eksistensi, serta adanya pengaruh Miras, sering berkumpul dan saling ejek. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email