Rakerda, Diklatda & Forbisda HIPMI Maluku: Ruang Kolaborasi-Menggerakkan Ekonomi Daerah-Ciptakan Peluang Usaha
IMG-20260512-WA0043

AMBON,Nunusaku.id,- Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Maluku dibawah kepemimpinan Muhammad Reza Mony dan Gemelita Pattiradjawane terus menunjukkan geliat menciptakan peluang usaha berkelanjutan, sinergi dan kolaborasi guna menggerakkan ekonomi daerah.

Hal itu ditandai dengan menghelat tiga momentum sekaligus dalam dua hari; Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda).

Ketiga forum itu menghadirkan Ketua BPC HIPMI Kabupaten/Kota se-Maluku, pengurus BPD HIPMI Maluku sebagai peserta. Agenda strategis itu dibuka Wasekjen Bidang III sekaligus Ketua Satgas Energi BPP HIPMI, Jay Singgih mewakili Ketua Umum BPP dengan pemukulan tifa.

Jay didampingi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku, Muhammad Reza Mony, Sekretaris Umum Gemelita Pattiradjawane, Bendahara Umum Didit Ibrahim Serang, serta Ketua Panitia Muhammad Fahrul Kaisuku. Tak ketinggalan Ketua Umum BPD HIPMI Maluku periode 2006-2009 Arifin Rumra juga menjadi saksi momen istimewa itu.

Puncaknya nanti dengan Forbisda, Rabu (13/5) besok, rencananya hadir tiga calon Ketua Umum BPP HIPMI yaitu Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo dan Anthony Leong; sebagai ruang berbagi pengalaman dan kesuksesan di dunia usaha serta menciptakan jejaring usaha nasional ke daerah.

Ketua Umum BPD HIPMI Maluku, Muhammad Reza Mony menegaskan, Rakerda bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan ruang konsolidasi gagasan dan penyatuan arah perjuangan organisasi dalam menjawab tantangan pembangunan ekonomi daerah.

Menurutnya, ditengah dinamika ekonomi global dan percepatan transformasi digital, HIPMI dituntut untuk tampil lebih progresif, adaptif, dan solutif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“HIPMI tidak boleh hanya menjadi organisasi pengusaha muda biasa. HIPMI harus hadir sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” kata Reza.

Ditegaskan Reza, program kerja HIPMI ke depan harus benar-benar menyentuh kebutuhan anggota, memperkuat kapasitas pengusaha muda, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Maluku.

Dirinya juga menyoroti besarnya potensi sumber daya yang dimiliki Maluku, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, rempah-rempah, pariwisata, hingga energi dan sumber daya alam lainnya.

Namun disisi lain, Maluku masih menghadapi berbagai tantangan seperti persoalan konektivitas antarwilayah, distribusi logistik, keterbatasan akses pembiayaan, serta ketimpangan pembangunan di wilayah kepulauan. Karena itu, pengusaha muda Maluku tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

“Pengusaha muda Maluku harus tampil sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi daerah. HIPMI harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, HIPMI Maluku juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia perbankan, investor, serta seluruh pemangku kepentingan pembangunan.

“Kolaborasi menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah, khususnya dalam pengembangan sektor-sektor strategis seperti energi, pangan, dan hilirisasi sumber daya daerah,” tekannya.

Kehadiran BPP HIPMI melalui Wasekjen Bidang III sekaligus Ketua Satgas Energi BPP HIPMI disebut menjadi bentuk perhatian serius organisasi pusat terhadap pengembangan potensi ekonomi dan pengusaha muda di Maluku.

“Kita ingin membuktikan bahwa dari Maluku akan lahir pengusaha-pengusaha muda yang kuat, mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” demikian anggota DPRD Maluku dari partai Hanura itu.

Sementara, Ketua Panitia Rakerda BPD HIPMI Maluku, Muhammad Fahrul Kaisuku, menjelaskan, Rakerda menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi program kerja, merumuskan kebijakan organisasi, serta menetapkan arah dan prioritas program kerja BPD HIPMI Maluku selama masa kepengurusan 2025–2028.

“Rakerda menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan sinergi antar pengurus dan anggota, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan ekonomi di Provinsi Maluku,” ujarnya.

Dijelaskan Kaisuku, Rakerda BPD HIPMI Maluku tahun 2026 ini mengusung tema “Sinergi HIPMI Maluku: Kolaborasi Memperkuat Organisasi, Menggerakan Kemandirian Ekonomi Daerah, dan Menciptakan Peluang Usaha Berkelanjutan.”

Kegiatan itu bertujuan membahas dan merancang program kerja BPD HIPMI Maluku masa bakti 2025–2028, menyusun prioritas pelaksanaan program kerja organisasi, menunjang pelaksanaan Program Umum Keputusan MUSDA HIPMI Maluku, serta menetapkan arah kebijakan organisasi ke depan.

“Peserta terdiri dari unsur pengurus BPD, BPC HIPMI se-Maluku, anggota HIPMI, unsur pemerintah daerah serta mitra organisasi. Apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga Rakerda yang akan dirangkai dengan Diklatda dan Forbisda dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Melalui Rakerda, Diklatda dan Forbisda diharapkan lahir gagasan, inovasi, serta program kerja yang mampu memperkuat organisasi dan berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah serta kemajuan pengusaha muda di Maluku. (NS)

Views: 10
Facebook
WhatsApp
Email