PAC Dukung PDI-P Usung Kader Tarung-Rebut Walikota Ambon
IMG-20260511-WA0092

AMBON,Nunusaku.id,- Meskipun pemilihan kepala daerah (Pilkada) masih lima tahun lagi, namun mesin politik sudah dipanaskan partai politik (Parpol) sejak dini, salah satunya PDI Perjuangan.

Instruksi untuk memajukan dan menangkan kader murni partai di pemilihan Walikota (Pilwakot) Ambon telah turun dari Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun saat membuka musyawarah anak cabang (Musancab) PDI-P Se-Kota Ambon, Sabtu (9/5) lalu.

Gayung bersambut, kader partai yang baru saja terpilih sebagai pimpinan pengurus anak cabang (PAC) 2025-2030 merespons positif dan mendukung instruksi pimpinan DPD itu.

Ketua PAC Kecamatan Sirimau, Simon Berti Nendissa menegaskan, instruksi itu sifatnya wajib untuk dijalankan sebagai kader partai di semua aras, termasuk PAC hingga Ranting dan anak ranting.

Namun akuinya, perlu lebih dulu PAC melakukan konsolidasi ke bawah sehingga bisa menatap dinamika politik kedepan di kota ini. Karena itu sangat penting perkuat basis partai di akar rumput atau grassroot.

“Perlu adanya kerjasama, memadukan kekuatan struktural DPD, DPC, PAC, ranting, anak ranting dan simpatisan. Instruksi itu wajib kita lakukan, itu tanggungjawab kita sebagai partai pemenang Pemilu untuk bisa merefleksikan itu di Pilkada 2031 nanti,” tegas Nendisa di Ambon, Senin (11/5).

Sebagai pimpinan PAC dan kader senior, Nendissa yakin ketika kader murni maju maka pasti akan terpilih lagi menjadi Walikota Ambon kedepan dan itu kejayaan partai kembali. Sebab semua struktur partai pasti akan bergerak serta solid.

“Yang bukan kader saja, kita bisa menangkan. Apalagi itu kader murni partai, pasti lebih dari bisa. Harus kader partai nanti, cukup lama hilang. Jangan lagi kader bangsa,” tegasnya.

Senada, Sonalita Laisatamu, Sekretaris PAC PDI-P Teluk Ambon menegaskan, instruksi untuk harus kader yang diusung maju Pilwakot Ambon sudah selayaknya, sebagai bentuk penghormatan partai terhadap kader yang berjuang.

“Maka tanggungjawab kita di tingkat ranting, anak ranting, serta PAC harus bekerja lebih ekstra untuk tujuan yang akan datang, menangi Pilwakot dan DPRD. Dukungan ke kader wajib kita kawal dan menangkan,” tegasnya.

Akan tetapi tambah Sona, sebagai pimpinan PAC pihaknya perlu bekerja keras karena  selama ini PDIP di kecamatan Teluk Ambon mati suri, seiring banyaknya partai politik sebagai pilihan kepada publik, apalagi Gen-Z.

“Butuh kerja lebih ekstra untuk mendaratkan partai di hati masyarakat. Kenalkan visi dan misi partai serta program partai. Obsesi saya untuk memerahkan Kecamatan Teluk Ambon: dengan menguatkan konsolidasi ranting dan anak ranting,” demikian Sonalita.

Sebelumnya diketahui, Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun (BGW) menginstruksikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ambon Upulatu Nikijuluw, DPC, PAC dan Ranting-Anak Ranting untuk merebut kekuasaan di legislatif dan eksekutif Kota Ambon pada pemilihan DPRD dan Walikota Ambon di pesta demokrasi mendatang.

Instruksi tersebut turun saat Benhur sampaikan pidato politik ketika membuka gelaran Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kota Ambon di salah satu hotel kawasan Kota Ambon, Sabtu (9/5).

Menurut Benhur, sudah dua periode atau 10 tahun, partai berlambang banteng moncong putih itu tidak berkuasa langsung baik di legislatif maupun eksekutif. Karena itu pemilihan umum (Pemilu) 2029 dan 2031 harus jadi momentum mengembalikan kekuasaan itu.

“Saya ingatkan Kota Ambon ini sudah dua kali berturut-turut tidak lagi mendapat tampuk kekuasaan baik di pemerintahan maupun DPRD. Ini saatnya,” tegas Benhur.

Padahal menurut Ketua DPRD Maluku itu, PDI Perjuangan punya romantika kekuasan zaman dulu yang terlalu panjang dan manis. Dimana zaman reformasi, mantan Ketua DPC PDIP Kota Ambon saat itu, Jopi Papilaya sukses menjadi Walikota Ambon dua periode.

“Sesudah itu kita mulai garuk-garuk kepala. Sampai saat ini kita belum ada kader yang tepat dari rahim PDI Perjuangan untuk maju. Jadi yah ketua DPC siap-siap, kader lain juga siap-siap. Kalau tidak, terpaksa kita calonkan kader bangsa lagi,” tegas Watubun.

Penegasan akan hal itu sangat penting dalam berpartai. Sebab hakekat politik itu adalah kekuasaan. Kekuasaan untuk menghadirkan kesejahteraan dan melayani rakyat.

“Jadi kalau berpolitik tidak melengkapinya dengan meraih kekuasaan, tidak usah kita berpolitik,” tegas Watubun.

Oleh sebab itu, Benhur mengajak semua struktur partai dan kader PDI Perjuangan di Kota Ambon untuk bersatu, jangan lagi berkonflik yang pada akhirnya apa yang menjadi tujuan dan cita-cita politik tidak terwujud.

“Kalau ini hari kita semua merah luar biasa, tapi kalau kita tidak bersatu dan berkonflik terus maka jangan harap cita-cita kita kedepan untuk merebut kekuasaan itu kita akan peroleh,” demikian Benhur.

Menyoal instruksi tegas BGW, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ambon Lucky Upulatu Nikijuluw merespons diplomatis.

Baginya, merebut kekuasaan itu butuh proses, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dimulai dengan menyiapkan struktural partai, implementasi program serta identifikasi dan inventarisir kader-kader potensial menduduki jabatan strategis.

“Semua kader PDI Perjuangan harus siap ketika suatu saat mereka ditugaskan dalam posisi apapun baik itu Walikota maupun Ketua DPRD hingga calon anggota DPRD,” terangnya.

Namun ketika disinggung tentang instruksi “rebut Walikota Ambon” itu secara khusus bagi Ketua DPC, Upulatu menegaskan, sebagai kader partai ketika ditugaskan atau diperintahkan, wajib hukumnya siap.

“Bukan hanya Ketua DPC, siapapun siap. Dan ketika ditugaskan partai pun harus siap. Sebab di PDIP, yang namanya instruksi tidak bisa diterjemahkan atau diinterpretasikan, hanya siap dilaksanakan,” demikian Ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Ambon itu. (NS)

Views: 10
Facebook
WhatsApp
Email