Wamen ESDM-Gubernur Maluku Matangkan Rencana Groundbreaking Blok Masela Mei Mendatang
IMG-20260428-WA0017

AMBON,Nunusaku.id,- Pengembangan lapangan abadi Blok Migas Masela, sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) prioritas pemerintah Indonesia di Provinsi Maluku terus alami progress.

Itu artinya, impian masyarakat Maluku agar mega proyek minyak dan gas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tersebut dapat hadirkan manfaat besar semakin menuju titik yang nyata.

Komitmen pemerintah itu dibuktikan dengan kunjungan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung ke Maluku menemui Gubernur Hendrik Lewerissa (HL).

Pertemuan tertutup dilakukan keduanya di ruang rapat Gubernur, lantai II kantor Gubernur, Senin (27/4). Salah satu agenda utama yaitu membahas peletakan batu pertama atau groundbreaking Blok Masela yang direncanakan bulan Mei mendatang.

“Tadi pagi (kemarin-red) saya berkesempatan bertemu dengan Wakil Menteri ESDM. Beliau datang membawa kabar gembira kepada kita di Maluku, pastikan groundbreaking akan dilakukan awal Mei nanti,” ucap Gubernur.

Untuk memastikan proses groundbreaking berjalan lancar, Gubernur pun telah meminta Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) untuk menyelesaikan persoalan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan blok abadi Masela.

Tim terpadu akui Gubernur, telah bekerja untuk melakukan identifikasi di lapangan guna meminimalisir hambatan terkait persoalan lahan yang dapat berdampak ada realisasi proyek yang menelan anggaran 350 triliun tersebut.

Terhadap kondisi itu, Gubernur pun telah sampaikan kepada Wamen ESDM terkait besaran uang pengganti yang nanti dibayarkan kepada masyarakat yang selama ini telah berusaha diatas lahan dengan luas 662 hektar itu agar sesuai dengan tingkat kepuasan.

“Saya sampaikan kepada Wamen sebagian besar lahan yang akan digunakan untuk pengembangan Blok Abadi Masela ditempatkan orang-orang tua turun temurun di hutan dan kemudian negara mengklaim kawasan itu sebagai kawasan hutan,” urainya.

“Apapun statusnya ini tentu akan timbulkan benturan karena mereka merasa sudah menguasai tanah sebelum adanya negara ini. Dan kalau mau dipakai pemerintah untuk PSN maka harus dengan kompensasi yang wajar,” ucap Gubernur.

Bahkan Gubernur mengaku telah telah berbicara dengan Presiden INPEX sebagai kontraktor yang akan mengelola Blok Masela agar jangan sampai kompensasi kepada masyarakat itu menjadi hambatan dalam pengembangan proyek ini.

“Investasi proyek ini mencapai 350 triliun yang cukup besar, jangan soal kompensasi kepada masyarakat menjadi penghambat. Karena itu saya minta kompensasi harus wajar, sehingga masyarakat disana juga puas dan senang” tegas Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur HL memastikan Wamen dan Kementerian ESDM berada dalam satu visi yang sama dengan pemerintah provinsi Maluku bahwa kepentingan negara maupun kepentingan investor harus diakomodasi sejalan dan seiring dengan kepentingan masyarakat setempat.

“Kita doakan saja supaya proses ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Karena ini demi dan untuk Maluku,” demikian orang nomor satu di Maluku itu. (NS)

Views: 13
Facebook
WhatsApp
Email