
AMBON,Nunusaku.id,- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Anindya Bakrie menegaskan, kolaborasi yang dilakukan selama ini telah terbangun dengan antara KADIN bersama pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku menjadi kunci penting mendorong masuknya investasi ke Bumi Raja-raja.
Apalagi, keterbukaan yang sangat luas dengan memberi “karpet merah” bagi para investor untuk berinvestasi telah ditegaskan dan menjadi komitmen kuat Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL).
Komitmen dan jiwa kepemimpinan Gubernur HL yang sangat welcome dan friendly dengan dunia usaha termasuk KADIN pun mendapat pujian dari Ketum Anindya.
“Luar biasa Maluku. Saya melihat 38 provinsi saya keliling, dan kunci keberhasilan dari suatu provinsi itu satu dan utama dari pemimpinnya. Kami melihat pa Gubernur, mempunyai jiwa kepemimpinan, dipercaya masyarakat dan juga bekerjasama dengan dunia usaha yaitu KADIN,” tandas Anin usai melantik Pengurus Provinsi KADIN Maluku di lantai VII kantor Gubernur Maluku, Senin (27/4).
Baginya, kepemimpinan KADIN Maluku yang baru dilantik dibawah kepemimpinan Muhammad Armyn Syarif atau Sam Latuconsina menjadi kesempatan emas untuk mereka menjemput berbagai investasi besar yang akan terjadi di Maluku kedepan seperti pengelolaan Blok Abadi Masela, Kampung Nelayan Merah Putih, Maluku Integrated Port, serta hilirisasi berbagai sumber daya alam.
“Saya merasa ada kolaborasi yang erat sekali antara KADIN dan pemerintah provinsi, itu sangat potensial dan positif bagi iklim usaha di Maluku,” tegasnya.
Karenanya, bos media TV One itu, berterima kasih kepada Gubernur HL atas “karpet merah” bagi dunia usaha dan KADIN khususnya.
Hal ini bisa menjadi satu alasan kuat untuk pertumbuhan ekonomi Maluku yang sudah cukup baik saat ini di angka 5,4 persen bisa menuju lebih baik, dan mampu mendobrak agar pertumbuhan nasional bisa maju terus.
Sebagai bentuk komitmen kolaborasi dengan pemerintah provinsi Maluku, Anindya mengaku, KADIN Indonesia berniat mempromosikan potensi yang dimiliki Maluku, termasuk pariwisatanya dalam kunjungan ke luar negeri.
“Kami telah melihat sendiri potensi Maluku ini luar biasa besar. Baik pariwisata, budaya, seni dan alam lainnya. Ini kita akan bantu promosikan ke luar negeri ketika berkunjung. Mudah-mudahan kami bisa terus diajak ke Maluku dan bekerjasama untuk kebaikan Maluku serta Indonesia,” demikian Anindya.
Apalagi tambah Anin, kedepan ada proyek strategis nasional (PSN) bakal terimplementasi di Maluku. Baik itu Blok Masela yang diproyeksikan bisa menyerap ribuan tenaga kerja lokal, hingga Maluku Integrated Port, tentu menjadi kesempatan bagi KADIN terus bersinergi dengan pemerintah untuk suksesnya PSN-PSN itu.
“Tentu keberhasilan PSN itu akan terlihat dari keberhasilan kerjasama untuk mematerialkan PSN. Pertama adalah kontraktornya. Bagaimana melibatkan kontraktor lokal. Jangan sampai hanya dari pusat,” bebernya.
Kedua sambung Anindya adalah teknologi. Sebab berbicara hilirisasi mesti ada langkah kerjasama sampai ke level internasional. “KADIN Indonesia dan Provinsi Maluku bisa bekerjasama menarik investor bidang teknologi,” jelasnya.
Terakhir ialah capital atau investasi. Anak pengusaha senior nasional Aburizal Bakrie itu lantas mengaku tidak kaget jika Maluku ini benar-benar bisa menjadi barometer bahkan mesin penggerak kawasan timur bahkan Indonesia.
“Tapi kunci utamanya, adalah di kepemimpinan Gubernur dan kolaborasi dengan dunia usaha. UMKM menjadi sektor penting dan penggerak ekonomi daerah. KADIN juga memberi fokus ke sektor UMKM,” pungkasnya. (NS)








