
AMBON,Nunusaku.id,- Dalam upaya menjaga kualitas instrumen pendukung pembelajaran sains, Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi FKIP Universitas Pattimura (Unpatti) sukses menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Perawatan Mikroskop”.
Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Unpatti dengan melibatkan peserta dari Laboran Laboratorium Perguruan Tinggi dan Guru-guru Biologi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Ambon, Rabu (22/4).
Diketahui, Mikroskop merupakan “jantung” dari laboratorium biologi. Namun, tantangan besar yang sering dihadapi adalah masalah teknis seperti pertumbuhan jamur pada lensa akibat kelembapan tinggi serta kendala mekanis lainnya yang dapat menghambat proses pengamatan mahasiswa di kampus maupun siswa di sekolah.
Berbeda dengan seminar teori pada umumnya, pelatihan ini menitikberatkan pada aspek praktis. Para peserta dibekali dengan keterampilan teknis.
Mulai dari posedur pembersihan Lensa yakni teknik menghapus jamur dan debu tanpa merusak lapisan optik. Kemudian kalibrasi Mekanis. Bagaimana penyetelan fokus kasar dan halus agar kembali presisi.
Berikutnya ialah manajemen penyimpanan. Berkaitan standar operasional penggunaan lemari mikroskop (dry box) untuk mencegah kerusakan jangka panjang.
Dalam penyampaian materinya, perwakilan tim instruktur pelatihan menekankan, pemeliharaan alat secara mandiri oleh tenaga laboratorium di perguruan tinggi dan di sekolah akan sangat membantu efisiensi anggaran dan keberlanjutan sarana prasarana pendidikan.
“Kami ingin memastikan instrumen yang ada di universitas maupun di sekolah tidak hanya tersedia secara kuantitas, tetapi juga terjaga kualitas optiknya. Laboran dan guru adalah garda terdepan dalam menjaga aset ilmiah ini,” ujar salah satu instruktur pelatihan.
Para peserta terlihat sangat antusias saat melakukan sesi bongkar-pasang bagian luar mikroskop dan melakukan pembersihan mandiri dibawah supervisi tim instruktur dari Prodi Pendidikan Biologi.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin sebagai bentuk komitmen Universitas Pattimura dalam meningkatkan literasi teknis bagi laboran dan guru di Maluku.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan laboratorium di perguruan tinggi dan di sekolah-sekolah mitra dapat berfungsi lebih optimal dalam mendukung praktikum biologi, sehingga kualitas pembelajaran sains bagi generasi muda semakin meningkat. (NS)








