Enggan Spekulasi, Polisi Masih Dalami Motif Pembunuhan Nus Kei
IMG-20250715-WA0044

AMBON,Nunusaku.id,- Babak baru penanganan kasus penikaman terhadap Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei mulai bergulir, setelah Polda Maluku mengambil alih penyelidikan.

Kedua terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36) resmi diterbangkan dari Langgur menuju Kota Ambon, Senin (20/4), untuk menjalani pemeriksaan intensif di Polda Maluku.

Pemindahan keduanya melalui Bandara Karel Sadsuitubun ini menandai pengambilalihan penanganan perkara oleh Polda Maluku, yang dinilai membutuhkan pendalaman lebih komprehensif, termasuk kemungkinan pengembangan jaringan dan motif dibalik aksi kekerasan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi membenarkan kedua pelaku saat ini sedang dalam perjalanan menuju Ambon dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

“Iya, sedang dibawa. Saat ini dalam perjalanan menuju Ambon,” ujar Rositah via pesan WhatsApp, Senin (20/4).

Dikatakan Rositah, setibanya di Bandara Pattimura Ambon, keduanya dijadwalkan langsung digelandang ke Markas Polda Maluku untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim penyidik.

Sebelumnya, HR dan FU sempat diamankan di Markas Brimob Maluku Tenggara usai ditangkap tidak lama setelah kejadian. Namun, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci alasan pemindahan lokasi pemeriksaan dari Maluku Tenggara ke Ambon.

Hingga saat ini akui Rositah, motif penikaman masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya belum ingin berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan lebih lanjut diperoleh.

“Motifnya belum diketahui. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan. Jangan sampai informasi yang disampaikan tidak akurat,” demikian Kabid Humas.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah Nus Kei tewas akibat penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/26).

Peristiwa tersebut tidak hanya mengejutkan masyarakat Maluku Tenggara, tetapi juga memunculkan berbagai spekulasi terkait latar belakang kejadian, mulai dari persoalan pribadi hingga dugaan motif lain yang lebih kompleks.

Dengan ditariknya penanganan ke tingkat Polda, diharapkan pengungkapan kasus ini dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya aktor lain di balik aksi penikaman yang menewaskan salah satu tokoh politik daerah tersebut. (NS)

Views: 5
Facebook
WhatsApp
Email