Apel Pagi Pemkot Ambon Jadi Panggung "Peringatan" Keras Walikota 
IMG-20260420-WA0027

AMBON,Nunusaku.id,- Apel pagi Pemerintah Kota Ambon, Senin (20/04/26), bukan sekadar rutinitas awal pekan. Di halaman belakang Balaikota, momen ini berubah menjadi panggung penegasan arah kebijakan sekaligus peringatan tegas dari Walikota Ambon, Bodewin Wattimena.

Sejumlah agenda strategis mewarnai kegiatan itu. Mulai dari penandatanganan kerja sama pengoperasian Container Yard di eks Pasar Inpres, kesepakatan peningkatan literasi siswa madrasah bersama Kementerian Agama, hingga penyaluran fasilitas QRIS bagi pelaku UMKM di beberapa ruang terbuka publik.

Namun dibalik seremoni tersebut, terselip pesan kua, pembangunan Ambon tidak bisa berjalan sendiri.

“Kolaborasi adalah kunci. Dengan keterbatasan anggaran, kita harus cerdas membangun sinergi,” tegas Wattimena di hadapan jajaran ASN.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan lahan eks Pasar Inpres yang kini diarahkan menjadi pusat aktivitas logistik, langkah yang dinilai mampu mendongkrak nilai ekonomi kota.

Di sektor pendidikan dan ekonomi, Pemkot Ambon mulai mengarahkan transformasi nyata. Literasi siswa Madrasah diperkuat melalui penyediaan bahan bacaan, sementara digitalisasi transaksi diperluas lewat QRIS sebagai upaya mempercepat inklusi keuangan masyarakat.

Namun, suasana apel berubah lebih serius ketika Walikota menyinggung proses seleksi Sekretaris Kota Ambon. Ia secara terbuka memperingatkan ASN agar tidak terlibat dalam praktik dukung-mendukung.

“Tidak ada tim sukses. Ini jabatan karier, bukan ajang politik,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia bahkan mengingatkan, segala bentuk manuver dukungan dapat berujung pada sanksi tegas, termasuk diskualifikasi.

Tak berhenti disitu. Perhatian Walikota juga tertuju pada isu sosial yang tengah viral yaitu kasus perundungan di lingkungan sekolah, termasuk dugaan yang terjadi di SD Negeri 79 Ambon.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak, bukan sumber trauma. “Kekerasan, baik fisik maupun verbal, tidak boleh mendapat tempat di dunia pendidikan,” katanya.

Ia mendesak kepala sekolah bertindak cepat, melibatkan orang tua, serta menata ulang lingkungan belajar agar lebih kondusif.

Menutup arahannya, Walikota ingatkan ASN untuk menjaga etika, termasuk dalam penggunaan media sosial. “Jangan jadikan media sosial tempat mengeluh. Fokus bekerja untuk Ambon yang lebih baik,” pungkasnya. (NS-02)

Views: 5
Facebook
WhatsApp
Email