Bursa Calon Sekkot "Panas", RS-AG Dihantam, Aktifis Ingatkan yang Tidak Diserang Jangan Sok Suci
IMG-20250918-WA0001

AMBON,Nunusaku.id,- Perhelatan calon Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon makin memanas dikala H-2 penutupan pendaftaran oleh Panitia seleksi (Pansel), dentuman komentar pedas dan menusuk dilesatkan ke dinding media sosial (Medsos) oleh Buzzer maupun Netizen yang saling pro dan kontra dalam membela maupun menyerang para kandidat.

Dua kandidat, Roby Sapulette (RS) dan Apries Gasperz (AG) menjadi bahan jualan sentimental di Medsos dengan isu utama yang mengarah kepada dugaan korupsi didalam Balaikota Ambon.

Hal ini pun sungguh mengherankan publik karena serangan dunia maya tidak disasarkan kepada Kepala BPSDM Kota Ambon Steven Dominggus yang juga menjadi kompetitor mereka berdua.

Anak Kesayangan & Senior IPDN : 

Opini yang beredar di Publik menyeruak bahwa indikasi Steven Dominggus merupakan calon kuat pilihan Walikota Ambon.

Hal ini pun diungkapkan seorang pemerhati kebijakan publik yang tak ingin disebutkan namanya. Dirinya mengungkapkan, nama Marcus Jopie Papilaya (MJP) diduga kuat menjadi suksesor bagi alumnus Angkatan IV IPDN tersebut.

“Jopie Papilaya merupakan mantan Walikota Ambon dan menjadi konseptor dibalik pemenangan serta perjalanan proses pemerintahan Walikota Bodewin Wattimena (BW) dan Wakil Walikota Ely Toisuta saat ini,” tuturnya kepada media ini di Ambon, Jum’at (17/4).

Menurut pemerhati itu, bukan lagi jadi rahasia bahwa Steven Dominggus merupakan anak kesayangan MJP sejak dirinya memimpin kota Ambon.

Kemudian fakta lain juga bahwa Steven Dominggus merupakan senior BW di IPDN.  Pertalian senioritas itu juga bisa menjadi salah satu faktor lain dibalik kontestasi calon Sekkot.

“MJP itu konseptor BW sejak deklarasi maju Walikota sampai saat ini pemerintahan berjalan. Faktor kedekatan ini sudah pasti bisa menjembatani kepentingan anak kesayangannya Steven Dominggus. Ditambah pula Steven itu kaka tingkat Walikota BW. Pastinya ada penghormatan terhadap seniornya,” sebutnya.

Gelar Operasi Tebang Pilih 

Sederetan aksi orasi terkini dan flyer yang bertebaran di media sosial membuktikan bahwa ada titipan/orderan, lumrah halnya didesain menjemput kepentingan politik birokrasi.

“Dinding admin akun Kapala Kalor di tiktok misalnya, hanya menyerukan dugaan demi dugaan untuk mengelabui situasi publik dan mempengaruhi keputusan prerogatif kepala Daerah,” lanjut narasumber.

Hal ini jelas sungguh. Dikarenakan Bodewin Wattimena, Walikota Ambon adalah sosok yang menggunakan Medsos secara baik untuk memantau aktifitas dan perkembangan serta masalah yang terjadi didalam wilayah kekuasaanya.

“Pastilah orang nomor 1 kota Ambon ini akan melihat postingan pembusukan bagi calon Sekkot. Tapi bukan tidak mungkin juga Walikota bisa melihat fakta empirik bukan berdasar momok yang sengaja dibangun untuk mereduksi kepercayaan Walikota kepada mereka yang dizalimi,” tuturnya.

Referensi Pilkada Kota Ambon :

Narasumber pun mengaku, polarisasi ini dimainkan berdasarkan keterpilihan Pilkada kota Ambon saat itu. Dimana giringan politik mengarah kepada siapa yang mendukung BW ? dan siapa yang tidak !

Asumsi Like/dislike ini tidak bisa dipungkiri merupakan fenomena Balaikota yang masih terus diselimuti para tim pemenangan yang berkeliaran, sudah pasti ada rumus filterisasi.

“Bahwa siapa yang berkeringat serta berdarah-darah, tentu menjadi tumpuan pikir untuk mengusulkan kepada Walikota dan itu bukan hal tabu dalam politik. Istilahnya Take And Give,” ungkap narasumber.

Dalam kontestasi sudah pasti ada kontemplas. Olehnya itu dia meminta junjunglah sportifitas. Jangan mencoba untuk menjatuhkan orang dan membuat framing seakan dirinya “paling” suci.

“Ingatlah tiada gading yang tak retak.  Masyarakat Kota Ambon butuh administrator kota yang bisa menundukan kepala, bukan besar kepala. Yakin dan percaya, tiada jabatan yang terlepas pisah dari kehendak Tuhan,” pungkasnya. (NS)

Views: 23
Facebook
WhatsApp
Email