Dewan Tegaskan Komitmen Kawal Stabilitas BBM di Maluku
IMG-20260401-WA0078

AMBON,Nunusaku.id,- Komisi II DPRD Maluku menegaskan komitmennya dalam mengawal ketersediaan serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Maluku, khususnya daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis.

Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi mengatakan, BBM merupakan kebutuhan vital yang memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, pemerintahan hingga transportasi.

“BBM ini faktor utama yang menggerakkan aktivitas di Maluku, sehingga kuotanya harus tetap terjaga,” kata Irawadi di Ambon, Jumat (17/04/26).

Ia menjelaskan, selama ini kuota BBM untuk Maluku kerap mengalami fluktuasi. Karena itu, pihaknya berkomitmen memastikan jatah BBM tidak mengalami penurunan setiap tahun, meski penetapannya merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Selain kuota, distribusi BBM juga menjadi perhatian serius. Menurut Irawadi, kondisi geografis Maluku sebagai daerah kepulauan membuat proses distribusi sangat bergantung pada cuaca serta transportasi laut dan darat.

Ia mencontohkan, keterlambatan distribusi BBM ke Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada Desember lalu akibat cuaca buruk sempat menyebabkan kelangkaan di Tiakur. Dampaknya, harga BBM jenis Pertamax melonjak hingga Rp30 ribu per liter.

“Ini menunjukkan distribusi BBM di wilayah kepulauan masih menghadapi tantangan besar,” ujar Legislator NasDem itu.

Kendala infrastruktur seperti jalan rusak, longsor, hingga jembatan putus di sejumlah wilayah juga turut memperlambat penyaluran BBM, terutama ke daerah terpencil.

Disisi lain, keterbatasan armada pengangkut BBM menjadi persoalan lain yang dihadapi. Irawadi menyebut jumlah mobil tangki yang tersedia saat ini belum mencukupi kebutuhan distribusi di Maluku.

“Komisi II telah berkoordinasi dengan Pertamina serta sejumlah perusahaan terkait, seperti PT Elnusa Patraniaga dan PT Patra Logistik, untuk membahas penambahan armada distribusi,” tegasnya.

Irawadi juga menyoroti distribusi BBM ke wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang masih disuplai dari Depot Masohi, dengan waktu tempuh menuju Piru mencapai tiga hingga lima jam.

“Rentang kendali distribusi ini cukup panjang dan menjadi tantangan tersendiri,” katanya.

Irawadi menegaskan, Komisi II DPRD Maluku akan terus mengawal tiga aspek utama, yakni ketersediaan kuota, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga BBM di tingkat masyarakat.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah pusat telah menjamin ketersediaan BBM di Maluku tetap aman, dengan sistem cadangan pasokan yang disiapkan hingga sekitar 20 hari ke depan.

“Kami pastikan pengawasan terus dilakukan, agar masyarakat tidak terdampak, terutama di wilayah-wilayah terpencil,” pungkasnya. (NS-01)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email