
AMBON,Nunusaku.id,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ambon kembali menjadi sorotan.
Isu higienitas mencuat setelah ditemukannya belatung hingga tikus di dapur penyedia makanan, yang memicu perhatian serius dari DPRD Kota Ambon.
Anggota DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw menegaskan, persoalan kebersihan tidak boleh dianggap sepele, mengingat program MBG adalah program nasional yang menyasar langsung kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
Diakui Laturiuw, pihaknya melalui Komisi II telah menjalankan fungsi pengawasan secara aktif, termasuk menggelar rapat dengar pendapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Ambon.
“Dalam pertemuan itu, kami menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang kerap terjadi di lapangan, terutama terkait higienitas dapur MBG,” ujarnya kepada awak media di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (8/4/26).
Ia menekankan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah dapur yang beroperasi, tetapi juga dari kuualitas pengelolaannya.
Standar kebersihan, menurutnya, harus menjadi prioritas utama karena makanan yang disajikan langsung dikonsumsi masyarakat.
“Jangan hanya mengejar kuantitas. Dapur yang sudah ada harus dijaga kualitasnya, terutama dari sisi kebersihan. Ini menyangkut kesehatan penerima manfaat,” tegasnya.
Selain itu, dia juga mendesak pihak BGN Kota Ambon untuk segera menindaklanjuti berbagai temuan di lapangan, serta memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar higienitas yang telah ditetapkan.
Ia turut menyoroti adanya pelaksana program yang tidak menjalankan kegiatan sesuai dengan masa perjanjian kerjasama (PKS).
Dalam beberapa kasus yang sering terjadi dilapangan, pelaksanaan program hanya berlangsung tiga bulan dari total kontrak lima bulan.
“Ini persoalan serius. Bukan hanya soal berjalan atau tidaknya program, tetapi bagaimana kualitas pelaksanaannya. Semua aspek, terutama higienitas, harus dipenuhi secara konsisten,” jelasnya.
Meski demikian, Legislator Gerindra itu menilai kasus-kasus tersebut bersifat kasuistik dan tidak dapat digeneralisasi. Namun, setiap temuan tetap harus dijadikan bahan evaluasi menyeluruh agar tidak terulang di masa mendatang.
DPRD lanjutnya, akan terus memperkuat pengawasan guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan.
“Pengawasan harus diperketat agar pelayanan tidak terganggu. Program ini harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak,” pungkasnya. (NS-02)






