Halal Bihalal Gerindra Maluku & Relawan, Gubernur Ajak Bersatu Hadapi Tantangan Geopolitik Dunia
IMG-20260407-WA0094

AMBON,Nunusaku.id,- Halal Bihalal menjadi momentum tepat untuk mempererat silaturrahmi dan memperkuat harmonisasi hidup antar sesama masyarakat di Maluku.

Selain itu, Halal Bihalal juga menjadi ruang penting menyatukan langkah menghadapi tantangan dan kondisi geopolitik dunia yang berimplikasi kepada ekonomi di Indonesia termasuk di Maluku.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Maluku yang juga Ketua DPD Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa saat Halal Bihalal Partai Gerindra Maluku dan Relawan di Gedung Islamic Center Waihaong Ambon, Selasa (7/4/26) malam.

“Saat ini dunia, Indonesia dan semua daerah sedang alami masalah ekonomi yang tidak mudah karena pengaruh kondisi geopolitik perang di Timur Tengah. Implikasinya terasa sampai di desa dan negeri. Dimana terjadi kenaikan harga avtur atau bahan bakar pesawat bahkan hingga kantong kresek di Maluku,” ungkap Gubernur.

Dampak kenaikan itu, tentu menurutnya, mempengaruhi pemerintah dan masyarakat di Maluku secara ekonomi yang sangat luar biasa.

“Tidak ada yang bisa terhindar dari dampak krisis ekonomi yang terjadi akibat kondisi geopolitik. Bahkan kita pun tidak punya kemampuan untuk memprediksi kapan situasi krisis ini bisa berakhir. Tidak ada,” sebut Lewerissa.

Bagi Gubernur, tidak ada pilihan lain selain kuat dan bersatu menghadapi kondisi dan tantangan dunia tersebut, dengan kelebihan dan keunggulan yang dimiliki masing-masing.

“Kita tidak boleh mengeluh atas kondisi ini. Bahwa itu memang manusiawi. Tapi untuk apa juga kita mengeluh. Pilihan terbaik yaitu kita menyesuaikan dengan cara-cara hidup yang sederhana dan efisien,” tandasnya.

Bahkan terhadap kondisi itu pula, pemerintah pusat telah menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan TNI-POLRI yang bekerja empat hari di kantor, sehari di rumah. Kecuali untuk pendidikan, kesehatan dan tanggap darurat.

“Tujuannya untuk melakukan penghematan besar-besaran. Ini pesan penting yang dikirim pemerintah kepada rakyat bahwa kita lagi bermasalah. Harus kita jujur kepada rakyat,” tegasnya.

Terhadap kondisi global itu, yang berdampak ke ekonomi daerah, Gubernur meminta maaf ketika ada permohonan bantuan dari berbagai pihak yang belum bisa direspon pemerintah saat ini.

“Itu bukan karena tidak miliki hati yang peduli atau konsern dengan kepentingan rakyat tapi sesungguhnya pemerintah terbatas untuk memberi bantuan,” demikian Gubernur.

Momen Halal Bihalal yang mengusung tema “Sucikan Hati, sambung silaturahmi perkuat persatuan umat untuk keamanan dan kedamaian bangsa dalam menghadapi situasi dan tantangan global” itu semakin bermakna bagi kader Gerindra dan relawan dengan hikmah Halal Bihalal oleh Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo serta pemberian santunan dan sembako kepada anak yatim piatu di kawasan Waihaong dan Batumerah.

Sejumlah pihak turut hadir dan menjadi saksi momen istimewa itu antara lain Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata, Anggota DPRD Maluku, Kota Ambon dan Maluku Tengah fraksi Gerindra, pimpinan BUMD, partai politik dan OKP/Ormas. (NS)

Views: 15
Facebook
WhatsApp
Email