DPRD Maluku Tegaskan Tak Ada Kelangkaan, Stok BBM Aman
IMG-20260401-WA0078

AMBON,Nunusaku.id,- DPRD Maluku memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Ambon dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan walau sempat terjadi antrean panjang.

Penegasan ini setelah dilakukannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Maluku bersama Pertamina Patra Niaga Regional VIII di Rumah Rakyat Karang Panjang, Ambon, Rabu (1/4/2026).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II Irawadi, menghadirkan perwakilan Pertamina untuk membahas penyediaan, pendistribusian, hingga penentuan harga BBM di wilayah Maluku.

Irawadi menegaskan, ketersediaan seluruh jenis BBM, baik Pertalite, Pertamax, Dexlite, Biosolar hingga minyak tanah, dalam kondisi aman.

Ia menjelaskan, antrean yang sempat terjadi pada sejumlah SPBU di Kota Ambon dipengaruhi meningkatnya aktivitas masyarakat, lonjakan permintaan yang tinggi serta isu kenaikan harga yang tidak benar.

“Kami minta masyarakat tidak perlu panik. Semua jenis BBM tersedia dan dalam kondisi aman,” tegas politisi NasDem itu.

Dari sisi distribusi, penyaluran BBM dari Terminal Wayame tetap berjalan normal. Bahkan, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, distribusi dilakukan lebih awal dan diperpanjang hingga malam hari.

“Terkait dugaan penimbunan, hingga kini belum ditemukan indikasi ke arah tersebut. Meski begitu pengawasan terus diperketat dengan melibatkan aparat kepolisian dan instansi terkai,” beber Irawadi.

DPRD Maluku berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya serta bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif ditengah ketersediaan BBM yang terjamin.

“Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta membeli BBM sesuai kebutuhan guna menjaga stabilitas pasokan,” harap Legislator dapil Malteng itu.

Sementara, Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abas menegaskan, stok BBM mencukupi dan tidak ada kenaikan harga per 1 April 2026.

Ia menyebut, antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah SPBU lebih disebabkan oleh panic buying masyarakat.

“Tidak ada kelangkaan. Stok BBM aman dan distribusi berjalan normal. Kami ditugaskan menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, isu-isu yang beredar di media sosial turut memicu kekhawatiran warga sehingga terjadi pembelian berlebih. Namun saat ini, kondisi di lapangan telah kembali normal dan antrean di SPBU sudah tidak lagi terjadi.

Ispi juga memastikan pasokan BBM untuk Ambon disuplai dari Integrated Terminal (IT) Wayame, yang menopang distribusi hingga wilayah Papua dan Maluku.

“Dengan ketersediaan stok untuk sekitar 20 hari kedepan dan distribusi yang terus berlanjut, masyarakat diminta tidak perlu khawatir,” jelas Ispiani.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara wajar sesuai kebutuhan. (NS-01)

Views: 2
Facebook
WhatsApp
Email