Gubernur HL Jenguk-Santuni Korban Luka Konflik Malra di RSUP Leimena; Minta Penanganan Terbaik
InShot_20260330_221838566

AMBON,Nunusaku.id,- Gerak cepat menyikapi konflik antar pemua di Ohoi Danar Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) lagi-lagi ditunjukkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

Setelah datang dan melihat sendiri kondisi 76 rumah yang rusak parah terbakar akibat konflik, menjenguk para pengungsi Danar Ternate di Ohoi Maar hingga menyantuni keluarga korban jiwa, Gubernur tak abai dengan dua (2) korban luka kena panah yang dirawat di Ambon.

Setiba dari kunjungan di Malra, Gubernur bersama Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni, Kabinda Maluku dan Anggota DPRD Maluku Dapil Maluku Tenggara, Kota Tual dan Aru, Saodah Tethool langsung bergerak ke RSUP dr Leimena, Desa Rumahtiga, Senin (30/3).

Langkah kaki Gubernur pun melaju ke ruangan di lantai V Rumah Sakit untuk menjenguk satu pasien yang telah selesai dioperasi. Serta kemudian menyusuri ruang ICU di lantai 3 melihat kondisi satu korban lainnya.

Ditemani Direktur RSUP Leimena dan jajaran, Gubernur sempat bertanya tentang kondisi korban. Dia berharap, para dokter dan perawat bisa memberi penanganan medis yang terbaik kepada pasien sehingga proses pemulihan berjalan lancar hingga pulang.

“Menurut laporan pihak rumah sakit, kedua korban telah tertangani dengan baik. Bahkan salah satu korban telah dioperasi, hanya menyisakan satu pasien di ruang ICU,” tandasnya.

Demikian pula untuk orang tua korban, Gubernur pesankan agar serius mengawasi, bimbing dengan sungguh-sungguh anak mereka. Sehingga saat pulih dan kembali, tidak lagi terlibat dalam aksi-aksi bentrok sesat yang pada akhirnya menyusahkan diri dan keluarga.

“Saya berharap tentu ini jadi yang pertama dan terakhir kalinya. Jangan lagi terlibat aksi-aksi brutal semacam itu. Peran orang tua disini penting sekali mengingatkan dan awasi terus mereka saat sudah sehat dan pulang. Saya minta itu jadi perhatian,” ingatnya.

Gubernur tak datang dengan “tangan kosong” untuk sekedar menjenguk dan melihat keadaan para korban, namun orang nomor satu di Maluku itu mengulurkan tangannya, membantu keluarga dengan memberikan bantuan atau santunan.

Walau tak banyak, namun Gubernur berharap keluarga korban jangan melihat dari besar kecilnya nilai. Tapi dari niat hati dirinya sebagai pemimpin di tanah Maluku ini dan jajaran pemerintah yang tidak abai dan tutup mata terhadap rakyatnya.

“Ini bentuk komitmen kami pemerintah yang tidak abai terhadap apa yang dialami rakyat. Kami berharap dan tentu berdoa proses pemulihan lancar dan para korban bisa kembali sehat dan beraktivitas seperti sedia kala,” demikian Gubernur.

Seruan Gubernur untuk Warga Maluku; Konflik Rusaki Hubungan Sosial

Tak hanya itu, Gubernur kembali menyerukan pesan penting kepada seluruh masyarakat Maluku agar sangat penting menjaga stabilitas keamanan. Jangan mudah terhasut, terprovokasi oleh informasi dari para pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Mari percayakan masalah hukum kepada aparatur penegak hukum, sebab kita ini negara hukum. Tidak boleh main hakim sendiri. Mari dewasa dalam menyikapi setiap persoalan. Jangan membangun solidaritas sempit, solidaritas kampung atau kelompok lalu melakukan tindakan anarkis. Tidak ada manfaat dari konflik, yang ada hanya mudaratnya,” harapnya.

Sebab belajar dari kasus terkini di Ohoi Danar Maluku Tenggara, Gubernur ikut menyesali peristiwa itu bisa terjadi. Dimana faktanya, korban luka maupun kerugian material begitu banyak. Namun tak kalah penting tentu saja akibat konflik merusak hubungan sosial masyarakat.

“Luka fisik bisa disembuhkan. Tapi kalau luka batin, luka sosial dan hubungan persaudaraan menjadi retak, susah dipulihkan kembali. Butuh waktu lama dan panjang,” sebut Gubernur.

Pembangunan Maluku dapat berjalan baik tentu salah satu syaratnya adalah stabilitas keamanan kondusif. Konflik yang terjadi hanya akan menghambat investasi masuk, daerah tidak akan maju dan rakyat tidak bisa sejahtera.

“Mari kita jaga perdamaian, perkuat persatuan dan kesatuan, serta utamakan stabilitas keamanan untuk Maluku pung Bae. Kedepankan dialog dan budaya serta adab kita sebagai orang Maluku untuk selesaikan sebuah masalah, tanpa harus anarkis,” pesan Gubernur. (NS)

Views: 36
Facebook
WhatsApp
Email