
AMBON,Nunusaku.id,- Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memberikan himbauan yang mendalam dan tegas terkait bentrok antar kelompok pemuda yang terjadi di Desa Danar Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Kamis-Jumat, 26-27 Maret 2026 kemarin.
Lewerissa menyatakan rasa penyesalan atas terjadinya peristiwa yang melibatkan dua kelompok pemuda tersebut, hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa, luka-luka, dan kerugian materiil.
“Saya menyesalkan terjadinya peristiwa ini, yang bukan hanya merugikan secara fisik dan emosional, tetapi juga mengganggu kedamaian yang selama ini sudah terjaga dengan baik di Maluku dan Maluku Tenggara khususnya,” ungkapnya di Ambon, Sabtu (28/3/26).
Dalam himbauannya, Lewerissa mengajak dua kelompok pemuda yang bertikai di Desa Danar agar tidak terprovokasi atau terhasut oleh pihak-pihak yang berusaha memperburuk situasi.
“Mari kita menjaga kedamaian dengan menahan diri, tidak terbawa oleh provokasi apapun dari siapapun,” lanjutnya.
Gubernur menegaskan, keamanan dan ketertiban harus tetap menjadi prioritas utama. Lewerissa juga menekankan, peran aparat keamanan dalam upaya memulihkan situasi.
“Mari kita percayakan kepada Polri dan TNI untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam memulihkan situasi Kamtibmas dengan cepat dan tepat. Situasi kini telah kondusif,” tandasnya.
Ia berharap, pihak keamanan dapat bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku untuk memastikan stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut kembali pulih.
Sebagai bagian dari langkah preventif, Lewerissa juga meminta seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh pemuda untuk aktif terlibat dalam upaya pemulihan situasi.
“Peran serta tokoh masyarakat sangat penting dalam menciptakan kedamaian, agar masyarakat dapat kembali hidup rukun dan harmonis seperti sebelumnya,” ujarnya.
Lewerissa mengajak semua elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengembalikan kondisi sosial yang kondusif.
Gubernur juga menyatakan, koordinasi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Malra akan terus dilakukan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat terhadap para korban.
“Kami memastikan korban meninggal dunia dan korban luka-luka akan mendapatkan penanganan secepatnya,” tegas Lewerissa.
Sebagai penutup, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk bersatu dalam menghadapi situasi ini dan berharap agar Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan pertolongan kepada semua pihak sehingga pemulihan permanen di Malra dapat terwujud.
“Mari kita berdoa bersama agar Tuhan memberik kita kekuatan untuk mengatasi tantangan ini dan memulihkan kedamaian di tanah Maluku yang kita cintai, terutama di Maluku Tenggara yang kuat akan budaya dan adat istiadat” tutupnya.
Himbauan ini diharapkan, dapat menjadi seruan bagi seluruh warga Maluku untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan membantu memulihkan stabilitas yang terganggu akibat insiden tersebut.
Lewerissa berharap, agar peristiwa seperti ini tidak terulang dan Maluku dapat kembali menjadi daerah yang aman dan damai.
“Kedamaian jadi tanggungjawab kita semua, tak hanya pemerintah dan aparat keamanan. Mari ciptakan suasana aman. Jangan mudah terhasut dan sudahi konflik, karena tidak membawa manfaat, tapi banyak mudaratnya,” demikian Gubernur. (NS)









