
AMBON,Nunusaku.id,- Sebagai seorang Bankir, dalam keseharian biasanya berada di depan meja, melayani nasabah, dihadapkan dengan kuitansi, dokumen dan tentu saja tumpukan uang. Bekerja tak mengenal waktu.
Kali ini, kondisi berbalik 360 derajat. Mereka berani keluar dari zona nyaman. Melakukan kegiatan yang tak biasa; berbagi kasih Persekutuan Kristen (Pelkris) Bank Maluku-Maluku Utara Cabang Utama Ambon.
Aksi sosial menyongsong Paskah Kristus tahun 2026 itu menyasar warga Kota Ambon yang setiap hari berjuang penuh ketulusan, mulai dari pengayuh becak, pengemudi ojek, penyapu jalan, penarik gerobak, pedagang asongan dan masyarakat lainnya yang membutuhkan.
Kurang lebih 100 paket tali asih berupa Sembako yang tersalur. Namun ini bukan soal jumlah, tapi jauh dari itu; tentang kepedulian dan perhatian dari Persekutuan Kristen Bank Maluku-Malut Cabang Utama Ambon dan manfaat tali asih ini bagi mereka yang membutuhkan.
Karena tidak saja menyasar warga Kristen yang akan merayakan Paskah Kristus dalam waktu dekat ini, tetapi juga umat Muslim. Tidak ada beda, semua mendapat porsi yang sama.
“Persekutuan Kristen Bank Maluku Malut Cabang Utama Ambon hadir untuk berbagi berkat dengan saudara-saudari kita yang setiap hari berjuang penuh ketulusan,” ujar Pemimpin PT Bank Maluku-Malut Cabang Utama Ambon Trintje Siahainenia di sela-sela berbagi kasih, Jum’at (27/3/26).
Menurut Siahainenia, bantuan yang diserahkan hari ini bukanlah sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga wujud kasih Kristus yang ingin dihidupi bersama. Sejalan dengan semangat Paskah atau Kebangkitan Kristus yang mengajarkan umatNya tentang kasih tanpa batas dan kepedulian yang tulus.
“Kami percaya, sekecil apapun yang diberikan dengan hati yang tulus, akan menjadi berkat yang berarti dan membawa penguatan bagi kita semua,” sebut Dona, sapaan akrab wanita berkacamata itu.
Melalui momen ini, akui Dona, Persekutuan Kristen Bank Maluku-Malut Cabang Utama Ambon juga diingatkan bahwa kebangkitan Kristus membawa harapan baru, bahwa dalam setiap keterbatasan selalu ada pengharapan, dalam setiap kesulitan selalu ada jalan, dan dalam setiap kebersamaan selalu ada kekuatan.
Karena itu, dirinya berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan membawa sukacita kepada mereka yang membutuhkan dalam menyambut Paskah.
“Lebih dari itu, semoga tali kasih dan persaudaraan diantara kita semakin erat, serta menjadi terang dan berkat bagi sesama. Apalagi menyambut sukacita Paskah-momen tepat yang penuh makna tentang perayaan kemenangan kasih, pengorbanan, dan pengharapan melalui kebangkitan Tuhan Yesus Kristus,” kuncinya.
Kehadiran Persekutuan Kristen Bank Maluku-Malut Cabang Utama Ambon disambut penuh sukacita Thomas, warga penerima Sembako, yang kesehariannya adalah pengayuh becak di jalan Pattimura.
Dia bersyukur, ketika di panas terik sedang mengayuh becak dan belum ada penumpang, namun berkat datang lewat panggilan Bank Maluku-Malut.
“Ini berkat sekaligus anugerah. Disaat peluh dan keringat meleleh, karyawan Bank Maluku-Malut hadir dan berbagi dengan kami. Terima Kasih sangat bermanfaat, Tuhan Berkati. Terus jadi Bank kebanggaan katong orang Maluku” sebutnya penuh haru.
Senada, La Mane, penarik gerobak di kawasan Ruko Batumerah juga berterima kasih atas kepedulian dan perhatian karyawan Bank Maluku-Malut. Walau Idul Fitri sudah berlalu, namun bantuan sembako yang diberikan sangat bermanfaat.
“Seng banyak orang yang lebih bisa berbagi dengan sesama seperti kami, yang mengais rejeki saat dibutuhkan, tidak menentu. Kami doakan Allah SWT selalu memberkahi karyawan Bank Maluku-Malut Cabang Utama Ambon,” ungkapnya dengan nada senduh.
Motto “Setia Melayani” oleh Bank Maluku-Malut tak sekedar slogan berbentuk tulisan yang terpampang di dekat logo bank plat merah itu. Namun ditunjukkan secara nyata oleh para karyawan terutama Persekutuan Kristen kepada mereka yang membutuhkan.
Bantuan sembako yang disalurkan bukan tentang isi dan nilainya, tetapi tentang bagaimana mewujudnyatakan kasih Tuhan Yesus Kristus kepada sesama; berbagi dan saling peduli.
Sekaligus menjadi penegasan, bahwa seorang Bankir tidak hanya identik dengan materi dalam kerjanya, tetapi juga garda terdepan membangun empati sosial. Menjadi pengingat bahwa sentuhan nyata jauh lebih bermakna daripada janji-janji.
Tindakan ini juga memberi pesan mendalam yang menyentuh hati publik bahwa kepedulian tidak harus menunggu momentum besar, cukup dimulai dari niat tulus dan langkah nyata. Karena dari kasih yang tulus, lahirlah kekuatan besar untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. (NS)









