
Malteng,Nunusaku.id,- Tudingan atau fitnahan dari para haters di media sosial yang menyebut Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) membenci umat Islam terus terbantahkan.
Gubernur menunjukkan tudingan itu keliru alias tidak benar dan hoax, dengan intens melakukan safari Ramadhan dan buka puasa bersama masyarakat.
Kali ini sasarannya dengan warga Negeri Seith dan para Raja se-Jazirah Leihitu Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (15/3/26) sore.
Bahkan Gubernur yang seharusnya masih ada dalam sejumlah agenda di Jakarta, bertemu dengan beberapa pejabat Kementerian/Lembaga terkait untuk kepentingan perjuangan Maluku, lebih memilih pulang untuk bersilaturahmi dengan warga Seith pada khususnya dan Jazirah Leihitu umumnya.
“Ini kesekian kali beta datang, jumpa warga Seith. Beta seharusnya masih ada kegiatan di Jakarta dengan beberapa petinggi, tapi beta putuskan pulang dan dari bandara langsung datang ke Seith. Karena bagi Beta selaku Gubernur, berbuka puasa bersama masyarakat adalah satu anugerah dan sukacita besar,” tandas Gubernur.
Gubernur tak sendiri ke Seith. Dia datang bersama Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Lewerissa mengaku bersyukur dan bangga bisa berbuka puasa bersama warga Seith, sebagai wujud atas perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat dalam menjalin tali silaturahmi. Tetapi sekaligus menjadi ruang introspeksi dan memperbaiki diri.
“Ramadhan hadir sebagai pengingat untuk kembali kepada Allah SWT, memperbaiki hubungan denganNya serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Maka buka puasa bersama ini selain meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, tetapi mengharuskan kita semua untuk saling berbagi dan tolong menolong antar sesama,” ingat Lewerissa.
Di depan masyarakat Seith dan para Raja se-Jazirah Leihitu yang hadir di rumah Raja Seith, lokasi buka puasa bersama, Gubernur akui, selama 13 bulan memimpin Maluku, tidak mudah menjalankan amanah yang dipercaya ditengah banyak tantangan. Namun ini tanggungjawab yang harus dilakukan sebaik mungkin, memperjuangkan kebaikan par Maluku pung Bae.
“13 bulan ini ada banyak hal baik yang kita gapai. Semisal Negeri Seith kebagian bedah rumah layak huni 7 unit untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Maluku sebanyak 81 unit tahun 2025. Tahun 2026 kami mendapat 2.998 unit rumah, itu kenaikan sangat signifikan,” sebutnya.
Selain itu, Maluku juga kebagian program Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2025 untuk dua daerah yaitu Kabupaten Buru dan Kota Tual. Namun di tahun ini, tambahan signifikan akan didapat Maluku, mencapai puluhan Kampung Nelayan Merah Putih dan puluhan kampung penyangga hampir di seluruh Kabupaten/Kota.
“BSPS 2026, beta konfirmasi Seith pasti dapat lagi kuota untuk bedah rumah tidak layak huni. Tapi memang kita harus bagi secara merata ke 11 Kabupaten/Kota karena harus mendapat prioritas yang sama, tidak saja di Seith,” tegas Gubernur.
Di kesempatan itu, Raja Seith, Rivai Ramli Nukuhehe kepada Gubernur meminta perhatian untuk perbaikan infrastruktur jalan masuk ke Negerinya maupun Jazirah Leihitu pada umumnya. Demikian pula atensi khusus terkait air bersih.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Maluku yang telah memberi jatah bedah rumah tidak layak huni sebanyak tujuh (7) unit ke Negeri Seith. Itu program yang sangat bermanfaat dirasakan masyarakat. Semoga kedepan semakin banyak lagi rumah tidak layak huni yang dibedah,” sebut Nukuhehe.
Terkait jalan rusak, Gubernur menyebut, dirinya telah ajukan pinjaman ke PT SMI yang salah satunya diperuntukkan rehabilitasi jalan di Jazirah Leihitu. “Demikian pula soal air bersih yang jadi kebutuhan masyarakat Seith, pasti beta akan respon. Semoga dalam waktu cepat tertangani,” jelasnya.
Namun Gubernur memberi penekanan satu hal penting. Bahwa percuma pemerintah merencanakan kemajuan dan pembangunan daerah, tapi masih ada masyarakat yang berkonflik, bertengkar atau belum satu hati. Masih melihat perbedaan sebagai jurang pemisah yang besar.
“Beta mohon dari Basudara, di bulan Suci Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan ini dapat mewarnai kehidupan katong di 11 bulan sisa juga. Mari Katong tatap kedepan, melihat persamaan kita, jangan fokus pada perbedaan kita. Sebab tidak ada yang sempurna di bumi ini, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT,” ajak Gubernur.
“Kalau kita melihat kesamaan kita, disitulah terbuka kesempatan bagi kita untuk merajut kebersamaan dan memperkuat tali silaturahmi diantara sesama kita,” sambung orang nomor satu di Maluku itu.
Keberhasilan pemerintah daerah tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan dan sinergitas dari berbagai elemen masyarakat di Maluku.
“Katong seng mungkin kerja dan jalan sendiri. Sudah kerja baik dan benar pun, masih menjadi sasaran fitnahan, cemohan luar biasa dari segelintir pihak. Sungguh nilai moral dan agama mereka hilang ketika masih gunakan fitnah dan hoax sebagai senjata menyerang pemerintah,” jelasnya.
Karena itu di negeri Seith dan di depan Kapolda, Gubernur meminta orang-orang ini diproses sesuai hukum yang berlaku, agar memberi keadilan dan kepastian hukum. “Tidak ada siapapun yang kebal hukum di negara hukum Indonesia ini,” tegasnya.
Tak lupa, Gubernur menitipkan pesan kepada masyarakat Seith dan Jazirah Leihitu pada umumnya agar senantiasa menjaga kondusifitas keamanan, ketertiban dan kerukunan terutama menjelang hari raya Idul Fitri 144/H.
Tak hanya berbuka puasa, Gubernur juga berkesempatan menyerahkan bantuan kacamata baca gratis kepada ratusan warga penerima manfaat, bantuan 700 anakan buah-buahan dan kayu-kayuan, pemberian bantuan program Gubernur “Manggurebe Biking Bae Rumah” untuk perwakilan warga Seith dan Kaitetu, serta bantuan ratusan paket sembako Ramadhan.
Salah satu warga, ibu Hapipa Haupea berterima kasih atas pemeriksaan mata yang dilakukan dan bantuan kacamata gratis dari Gubernur kepada masyarakat Seith. “Ini sangat bermanfaat bagi katong yang su Lansia. Danke bapak Gubernur, sehat selalu untuk pimpin Maluku,” demikian Haupea. (NS)




