
AMBON,Nunusaku.id,- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) dan para pemuka agama Islam di Provinsi Maluku menyatakan komitmennya untuk menjalani malam takbiran yang aman dan penuh Khidmat.
Komitmen itu dipertegas dalam deklarasi menjelang perayaan malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Ambon di Tribun Lapangan Letkol Pol Chr Tahapary, Tantui, Ambon, Kamis (13/3).
Deklarasi diawali dengan penandatangan yang dilakukan Kakanwil Kemenag Maluku, Ketua Majelis Ulama Indonesia Maluku, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, Imam Masjid Raya Al-Fattah Ambon dan Wakil Ketua I Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Maluku.
Proses penandatanganan disaksikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, Pangdam XV Pattimura Mayjen TNI Gatot Pujo, Komandan Kodaeral IX dan Danlanud Pattimura.
Selain Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat juga ikut menyaksikan momen deklarasi itu, termasuk Wakapolda, Irwasda, Kasatgaswil Densus 88 Anti Teror Maluku, serta seluruh pejabat utama Polda Maluku bersama perwakilan media.
Usai penandatanganan, dilanjutkan dengan pembacaan naskah deklarasi oleh Kakanwil Agama Maluku, M. Yamin berupa seruan Pemuka Agama Islam Maluku menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Kami para pemuka agama Islam di Maluku dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, menyampaikan seruan kepada umat Islam dan seluruh masyarakat Maluku,” ungkap kakanwil.
Pertama, mengajak umat Islam untuk merayakan malam takbiran dengan penuh khidmat melalui kumandang takbir, tahmid, dan tahlil di masjid, mushola, maupun di rumah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kedua, mengimbau masyarakat agar merayakan malam takbiran secara bijak dan tidak berlebihan, serta menghindari konvoi kendaraan atau kegiatan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keselamatan bersama.
Ketiga, mengajak seluruh umat beragama di Maluku untuk terus menjaga keharmonisan, memperkuat toleransi, serta memelihara semangat hidup orang basudara sebagai kekuatan dalam merawat persatuan dan kedamaian di bumi Raja-Raja.
Gubernur mengaku, deklarasi ini bentuk sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan perayaan Idul Fitri di Maluku berlangsung aman dan kondusif.
“Deklarasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Maluku untuk menjaga kedamaian dan persaudaraan, khususnya menjelang malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri,” ujar Gubernur.
Lewerissa juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai toleransi, persatuan, serta kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakat Maluku.
“Kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh khidmat, aman, dan damai. Mari kita bersama-sama menjaga Maluku sebagai rumah bersama yang rukun dan harmonis,” tambahnya. (NS)




