Hadiri Sidang Klasis Lease, Gubernur Akui Kontribusi Besar GPM-Dorong Penguatan Pangan Lokal
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#

Haruku,Nunusaku.id,- Gereja Protestan Maluku Klasis Pulau-pulau Lease menghelat persidangan ke-98 tahun 2026 di Jemaat GPM Haruku Sameth (Hasa), Minggu (8/3/26).

Sidang yang mengusung konsep lokal Maluku dan GPM dengan nuansa warna dominan ungu, sesuai Minggu Sengsara IV dibuka anggota MPH Sinode GPM, Penatua Phill Latumaerisa dengan membunyikan toleng-toleng bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang melakukan scanning tangan pada aplikasi.

Selain MPK, Balitbang dan Badan Penyelenggara Pelayanan tingkat Klasis, sidang ke-98 Klasis PP Lease hadirkan peserta biasa dari unsur Pendeta dan Majelis dari 27 Jemaat se-Klasis.

Di depan pelayan dan umat, Gubernur ucapkan terima kasih atas dukungan dan doa masyarakat Maluku khususnya warga GPM di Klasis Pp Lease sehingga bisa memimpin Maluku selama setahun lebih dengan baik. Walau disadari masih banyak kekurangan, dan itu menjadi stimulus untuk terus bekerja dan melayani.

“Kehadiran beta selain sebagai Gubernur, tetapi juga selaku anak Negeri Lease yang perlu sampaikan terima kasih atas dukungan basudara sehingga dimampukan memimpin Maluku setahun ini. Doakan agar kami diberi kekuatan dan hikmat untuk menjalankan semua tugas itu ,” tandas Lewerissa.

GPM menurut Gubernur, selama ini telah berkontribusi besar bagi kemajuan pendidikan di Maluku, menjadi langkah yang harus terus saling sinergi guna mencetak sumber daya manusia (SDM) handal menuju Indonesia Emas 2045.

Kontribusi itu sejalan dengan implementasi Sapta Cita Lawamena yaitu memperkuat pengembangan SDM, Sains Teknologi, Pendidikan, Kesehatan, Prestasi Olahraga, Kesetaraan Gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.

“Dalam setahun kepemimpinan kami, indeks pembangunan manusia (IPM) Maluku tahun 2025 terkoreksi naik 0,69 poin atau 0,94 persen menjadi 74,09 atau rata-rata peningkatan 0,76 persen. Salah satu kontribusi ialah harapan lama sekolah (HLS) anak usia 7 tahun meningkat 0,1 persen dari tahun sebelumnya,” beber Gubernur.

Atas besarnya kontribusi besar GPM terhadap dunia pendidikan di Maluku, Gubernur berharap, sinkronisasi antara Gereja dan pemerintah di sektor ini semakin tertata baik. Salah satu yang sedang didorong realisasi ialah Literasi Keagamaan Lintas Budaya.

“Gerakan 3M (Melaut, menanam dan memasarkan) + beternak sebagai program visioner GPM harus diwujudkan secara konsisten oleh keluarga-keluarga GPM di semua aras, baik di Maluku dan Maluku Utara. Sebab kita di Maluku harus menjadi produsen pangan, sebab selama ini kita sangat tergantung dari luar,” pintanya.

Apalagi dalam waktu kedepan, tambah Gubernur, akan dibangun Blok Gas Abadi Masela dan proyek infrastruktur lainnya yang menyerap tenaga kerja lokal sangat banyak, dan kebutuhan pangan yang cukup. Sehingga mendorong konsistensi manfaatkan lahan produktif sangat penting.

“Mari kita rubah mindset dari konsumen menjadi produsen atau penghasil, manfaatkan pekarangan secara produktif. Saya dan istri sudah merealisasinya dengan menanam cabe di halaman rumah dinas. Yang ketika butuh dalam jumlah banyak, tidak perlu lagi beli tinggal ambil,” tandas Gubernur.

Menurutnya, pendidikan dan pembangunan budaya damai harus lahir dari tanah Kabupaten Maluku Tengah, menjadi pemompa spirit perdamaian bagi Maluku. Sebab disini, semua elemen adat masih hidup dan jadi sumber kohesi sosial di Maluku.

“Saya berharap, semua pelayan di Klasis Lease terus membangun komunikasi koordinasi dan komunikasi tiga batu tungku, untuk memperkuat pendidikan perdamaian dan menyelesaikan seluruh masalah melalui komunikasi budaya yang santun, bermartabat, dan berkeadaban kemanusiaan,” harap Gubernur. (NS)

Views: 3
Facebook
WhatsApp
Email