Potret Toleransi di Ambon: SDN 75 Passo Satukan Siswa-Guru Lewat Buka Puasa Bersama
IMG-20260306-WA0005

AMBON,Nunusaku.id,- Nilai toleransi dan kebersamaan kembali terlihat di lingkungan pendidikan Kota Ambon.

Adalah SD Negeri 75 Passo yang mewujudkannya dengan buka puasa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada siswa dan guru yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (05/03) di lingkungan SD Negeri 75 Desa Passo, Kecamatan Baguala ini menjadi momen mempererat kebersamaan antar guru dan siswa lintas agama sekaligus menanamkan nilai saling menghargai sejak dini.

Kepala SD Negeri 75 Passo, Sus Kristianti, S.Pd mengatakan, kegiatan buka puasa bersama merupakan salah satu cara sekolah membangun karakter siswa agar mampu hidup rukun di tengah perbedaan.

Menurutnya, kegiatan serupa sebenarnya pernah dilakukan pada tahun sebelumnya. Namun saat itu belum ada siswa yang beragama Islam di sekolah tersebut.

“Tahun lalu kami sudah pernah melaksanakan kegiatan ini, tetapi waktu itu belum ada siswa Muslim. Sekarang sudah ada, walau jumlahnya sedikit, kami tetap berupaya menjaga kebersamaan dan saling menghormati,” ujarnya.

Saat ini SD Negeri 75 Passo memiliki sekitar 220 siswa. Dari jumlah tersebut, hanya tiga orang yang beragama Islam.

Sementara dari tenaga pengajar, terdapat tiga guru Muslim yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Meski menjadi minoritas, pihak sekolah menegaskan seluruh siswa diperlakukan sama tanpa membedakan latar belakang agama.

Kepala sekolah juga menuturkan, kepada para siswa selalu ditanamkan nilai saling menghormati dan menyayangi satu sama lain.

“Beta selalu bilang ke anak-anak bahwa ibu guru yang datang di sekolah ini adalah mama katong. Dong datang untuk menyayangi anak-anak, bukan untuk membeda-bedakan,” ungkapnya dengan dialek Ambon.

Semangat toleransi tersebut juga terlihat saat perayaan hari besar keagamaan. Guru-guru Muslim di sekolah tersebut turut ambil bagian dalam kegiatan Natal yang diselenggarakan sekolah maupun di tingkat kecamatan.

“Kalau katong yang Kristen merayakan Natal, dong juga ikut bersama. Sudah dua kali mereka ikut Natal sekolah maupun Natal kecamatan. Itu menunjukkan bahwa kebersamaan di sini sangat baik,” tambahnya.

Kegiatan buka puasa bersama ini juga mendapat apresiasi dari para guru Muslim di SD Negeri 75 Passo.

Salah satunya disampaikan Henny Ely, S.Pd. Ia bersyukur karena lingkungan sekolah memberi ruang kebersamaan yang kuat meski berada dalam perbedaan keyakinan.

“Katong sangat berterima kasih kepada kepala sekolah dan teman-teman guru di sini. Walau mayoritas Kristen, tapi katong tidak pernah merasa dibedakan. Katong tetap satu,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, hubungan saling menghargai selalu terlihat ketika masing-masing agama merayakan hari besar.

“Kalau teman-teman Muslim punya kegiatan, katong saling mengingatkan dan mendukung. Begitu juga kalau teman-teman Kristen merayakan Natal atau hari besar lainnya, katong juga ikut merayakan bersama,” katanya.

Ely berharap nilai toleransi yang telah dibangun di lingkungan sekolah dapat terus dipertahankan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai mama untuk anak-anak di sekolah, beta berharap dong selalu menjaga toleransi. Alhamdulillah anak-anak di sini juga sudah belajar untuk menghargai perbedaan,” tuturnya.

Melalui kegiatan sederhana seperti buka puasa bersama ini, SD Negeri 75 Passo menunjukkan bahwa pendidikan toleransi tidak hanya diajarkan lewat teori di dalam kelas, tetapi juga dipraktikkan nyata dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, sekaligus menjadi cerminan kuatnya semangat hidup orang basudara di Kota Ambon. (NS-02)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email