
AMBON,Nunusaku.id,- Momentum takbiran dengan syiar-syiar takbir yang dikumandangkan harus dimaknai sebagai risalah dakwah oleh umat Muslim di Kota Ambon, bukan justru sebaliknya yang terjadi saat ini dengan agenda konvoi dan lain sebagainya.
“Kami menghimbau para pemuda Muslim dan Remja Masjid (Remas) di Ambon agar dapat mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil dengan penuh rasa syukur dan penuh cinta,” kata mitra deradikalisasi dan Remas Al-Hijrah, Kampung Jawa, Hutomo di Masjid Ukhuwa, Kapaha, Kamis (28/3).
Penegasan itu disampaikan Hutomo kala pemuda Al-Mukmin bersama Remas Ukhuwa Kapaha, Kota Ambon, menggelar Kultum Ramadan dengan mengusung tema “Melalui momentum takbiran kita pererat hubungan Ukhuwah Islamiyah di Kota Ambon”.
Tema yang digagas dalam kegiatan itu untuk menyikapi agenda rutin konvoi takbiran yang kerap dirayakan dengan euforia berlebih oleh para Pemuda Muslim di Kota Ambon.
Hutomo katakan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh pemuda Muslim di Maluku tentang esensi dan marwah dari takbiran itu sendiri.
“Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk mendorong terciptanya suasana malam Takbir yang damai dan kondusif,” jelasnya.
Hutomo juga mengajak masyarakat agar dapat bersama-sama dengan TNI dan Polri dalam menjaga ketenangan dan kedamaian. Hindarilah hura-hura yang berlebihan.
“Marilah kita bersama-sama menjadikan malam takbiran ini sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” ajaknya.
Para pemuda Muslim diminta tidak larut dalam dinamika rencana konvoi takbiran yang saat ini santer digaungkan.
“Takbiran adalah risalah dakwah sehingga perlu dijaga marwah dan esensinya sehingga tercipta Kamtibmas yang aman dan damai,” pinta Hutomo. (NS)



