
AMBON,Nunusaku.id,- Berdasarkan hasil kunjungan lapangan Plt Direktur bersama staf teknis Perumdam Tirta Yapono, menemukan potensi besar pada tiga bak penampung di wilayah Kudamati yang akan diuji untuk difungsikan kembali.
Satu bak berkapasitas 500 meter kubik dibangun pada tahun 1984 dan hingga kini belum pernah difungsikan.
Sementara itu, dua bak lain masing-masing berkapasitas 100 kubik, yang sebelumnya pernah difungsikan namun hanya sampai tahun 1995.
“Ketiga bak ini akan kami uji dengan pengisian penuh untuk memastikan kondisi konstruksinya masih layak atau tidak. Kalau hasilnya baik, maka akan segera kami operasikan,” ujar Plt Direktur Perumdam Tirta Yapono Piet Saimima, Rabu (4/3/26).
Ia menegaskan, bila bak 500 kubik dan dua bak 100 kubik itu dinyatakan layak, maka distribusi air untuk Kudamati Bawah dan Bentas tidak lagi gunakan pompa langsung dari Wainitu, melainkan sepenuhnya dilayani melalui sistem bak penampung.
“Artinya, tidak perlu lagi dilayani langsung dengan pompa. Air akan disalurkan dari bak penampung ke pelanggan,” tegasnya.
Dengan sistem tersebut, Perumdam sebut Saimima, dapat menghemat penggunaan listrik serta mengurangi beban kerja dan biaya perawatan mesin pompa.
Perumdam Tirta Yapono terus berupaya meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Ambon dengan melakukan efisiensi operasional, khususnya pada sistem pompa di Wainitu yang selama ini melayani langsung pelanggan di kawasan Kudamati dan Bentas.
Untuk wilayah Kesia, Wara, Gunung Nona, Pensip, serta sebagian Kudamati Atas, pelayanan tetap mengandalkan lima bak penampung yang saat ini telah tersedia dan digunakan, masing-masing berkapasitas 300 kubik, 200 kubik, 125 kubik, 100 kubik, dan 100 kubik.
Di wilayah Bentas sendiri, tersedia dua bak penampung yang dalam waktu dekat akan difungsikan kembali, masing-masing berkapasitas 75 kubik dan 50 kubik.
Selain itu, Perumdam juga rencanakan pembangunan bak penampung baru di kawasan Gunung Nona sekitar TVRI dengan kapasitas 250 kubik guna memperkuat sistem distribusi air di wilayah tersebut.
“Upaya ini kami lakukan untuk memberi kepastian pelayanan kepada masyarakat agar bisa mendapat air bersih dengan lebih baik dan berkelanjutan. Disisi lain, efisiensi listrik dan perawatan mesin juga menjadi perhatian kami,” pungkasnya. (NS)




