Aparat Cepat Redam Bentrok Pemuda Fiditan, Situasi Kota Tual Kondusif
IMG-20260224-WA0065

AMBON,Nunusaku.id,- Aparat keamanan bergerak cepat dan terukur dalam meredam ketegangan yang terjadi antara kelompok pemuda Kompleks Fiditan Kampung Lama dan Fiditan Kampung Baru, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Selasa (24/2/26).

Melalui pendekatan persuasif dan pengamanan berlapis, situasi berhasil dikendalikan dan kini kondusif tanpa meluas ke wilayah lain.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi menyebut, peristiwa bermula sekitar pukul 16.59 WIT  terjadi aksi saling serang antar kedua kelompok.

Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polres Tual segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan imbauan kepada massa agar menghentikan tindakan kekerasan serta kembali ke lingkungan masing-masing.

Wakapolres Tual Kompol Roni F. Manawan bersama personel Dalmas tiba di tempat kejadian dan langsung melakukan upaya dialog.

Disusul Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro yang mengambil alih kendali lapangan guna memastikan langkah penanganan berlangsung proporsional dan mengedepankan keselamatan masyarakat.

Dalam proses pengamanan, Kapolres mengalami luka akibat terkena anak panah di bagian lutut kaki kiri. Selain itu, seorang warga Fiditan Kampung Baru berusia 19 tahun juga mengalami luka di bagian kaki.

Keduanya langsung mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur dan berada dalam kondisi sadar.

Menurut Rositah, untuk memperkuat stabilisasi situasi, personel BKO dari Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Maluku diterjunkan dan ditempatkan secara seimbang di dua titik pengamanan pada masing-masing kompleks.

“Langkah ini diambil semata-mata untuk mencegah benturan lanjutan dan memberikan rasa aman bagi warga,” tegasnya.

Ditambahkan Kabid Humas, sebagai bagian dari upaya pemulihan dan rekonsiliasi sosial, malam harinya direncanakan pertemuan bersama yang melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah desa, serta perwakilan kedua kelompok pemuda.

Forum ini diarahkan untuk membangun komunikasi, meredakan emosi, dan mencari solusi damai berbasis musyawarah.

Kapolres Tual melalui keterangannya menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan situasi kepada aparat keamanan.

“Kedamaian dan persaudaraan adalah kekuatan utama masyarakat Tual. Kami mengajak semua pihak untuk memilih dialog dan kebersamaan sebagai jalan keluar,” ujar Kapolres. (NS)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email