Bahaweres Plt Ketwil PPP Maluku, Loyalis Azis-Rovik Melawan; Sebut Mardiono Inkonsisten
PPP

AMBON,Nunusaku.id,- Bara ditubuh partai berlambang Ka’bah kembali panas. Setelah tahun lalu Muktamar untuk memilih Ketua Umum membuat gejolak di kader, kali ini pemantiknya tak jauh beda. Aktor masalahnya juga satu nama; Muhammad Mardiono.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Muhammad Mardiono itu tetiba menunjuk Muhamad Reza Bahawerez sebagai Plt Ketua DPD PPP Maluku.

Penunjukan Bahaweres ini tertuang dalam Surat Keputusan DPP PPP nomor 0056/SK/DPP/W/II/2026 dan diserahkan disela-sela Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) di Makassar, Rabu (11/2/26).

Sayang, penunjukan ini ditolak keras para loyalis Azis Hentihu dan Rovik Akbar Affifudin. Mereka secara terbuka mereka menolak keputusan Ketum Mardiono.

Sekretaris DPC PPP Maluku Tenggara (Malra), Moh Nawawi Namsa, menjadi salah satu yang paling lantang bersuara.

Ia menilai langkah Mardiono bukan hanya melukai perasaan kader di daerah, tetapi juga mencederai semangat persatuan yang baru saja disepakati pasca Muktamar PPP di Ancol, Jakarta.

“Muktamar tersebut menjadi momentum rekonsiliasi dua kubu besar di tubuh PPP. Tapi Mardiono justru memecah belah kader di Maluku. Kami selama ini solid dan terus berjuang menangkan PPP di Maluku,” tegas Namsa, Kamis (12/2026).

Saat penyatuan dua kubu pasca Muktamar, Namsa katakan, Mardiono sebagai Ketum Umum, Taj Yasin Sekjend, dan Agus Suparmanto sebagai Wakil Ketua Umum, sepakat merampungkan AD/ART serta menyusun kepengurusan DPP PPP lengkap untuk kemudian didaftarkan ke Kementerian Hukum.

“Faktanya, itu belum dirampungkan. Tapi SK Plt sudah lebih dulu keluar. Ini inkonsisten,” tegas eks anggota DPRD Malra itu.

Dirinya mempertanyakan dasar hukum pelaksanaan Muswil, Muscab hingga musyawarah ranting jika konstitusi partai sendiri belum diselesaikan.

“Sandaran semua itu ada pada AD/ART. Ini hal fundamental. Kalau belum selesai, bagaimana konsolidasi mau berjalan? Karena itu kami menilai keputusan DPP inkonstitusional,” ujarnya.

Bagi Namsa dan para loyalis, kepemimpinan Aziz Hentihu dan Rovik Affifudin justru sedang berada dalam jalur konsolidasi yang baik. Keduanya aktif turun ke daerah, membuka Muscab hingga musyawarah ranting, serta memberi energi baru bagi kader muda.

“Kami merasakan semangat baru. Tidak ada hal urgen yang dilanggar dibawah kepemimpinan Bang Aziz dan Bang Rovik,” katanya.

Jika hanya alasan tidak mengindahkan instruksi DPP soal waktu Muswil, Namsa menilai sangat tidak masuk akal dan dibuat-buat. Sebab DPP tidak pernah merespon surat DPW PPP Maluku terkait permintaan penundaan Muswil.

“Ini urus partai jadi kalau ada surat yang masuk ya harus dibalasnya juga pakai surat dong. Kami meminta agar Pak Mardiono dan Gus Taj Yasin Maimun agar bersama pengurus DPP yang lain merampungkan struktur DPP dan AD/ART guna melancarkan aktivitas partai ditengah memanasnya situasi,” pesannya.

Namsa mengingatkan agar pucuk pimpinan partai menahan diri dan tidak terjebak pada syahwat berkuasa. Ia mengajak seluruh kader kembali pada cita-cita besar PPP untuk bangkit dan kembali merebut kursi di Senayan.

“Turunkan syahwat politik berkuasa. Rangkul semua kader. Kita ingin PPP kembali jaya, tanggalkan kepentingan pribadi. Demi PPP yang lebih baik,” pungkasnya. (NS)

 

Views: 5
Facebook
WhatsApp
Email