
AMBON,Nunusaku.id,- Seluruh persoalan kerusakan GiiA Maluku Hotel-Jakarta menjadi tanggungjawab penuh pihak pengelola, PT Balito Sano Kelola, dan tidak lagi disampaikan sebagai keluhan kepada DPRD.
Hal itu ditegaskan anggota Komisi III DPRD Maluku, Reza Mony. Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat serta pemotongan dana transfer ke daerah membuat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi langkah strategis untuk mendukung pembangunan di Maluku.
“Pembangunan daerah bergantung pada kreativitas, integritas, dan komitmen semua pihak dalam memenuhi target PAD,” ujar Reza, Selasa (27/01/26).
Ia menjelaskan, sebelum kontrak kerja sama ditandatangani, Gedung GIIA Maluku Hotel telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan layak digunakan.
Oleh karena itu, persoalan teknis yang muncul setelah kontrak berjalan menjadi tanggungjawab pengelola.
“Setelah kontrak ditandatangani, masalah teknis seperti kebocoran bukan lagi tanggungjawab pemerintah,” tegasnya.
Meski demikian, Reza mengapresiasi pihak pengelola karena telah menyelesaikan kewajiban pembayaran yang sebelumnya sempat tertunggak. Ia menyebut, kondisi keuangan pengelola mulai membaik sejak pertengahan 2025.
Politisi Hanura itu berharap ke depan tidak ada lagi keterlambatan pembayaran agar kinerja Pemerintah Provinsi Maluku tidak terganggu.
“Kami juga minta pengelola dapat menyelesaikan tanggungjawab penyetoran pendapatan daerah ke kas daerah tepat waktu. Itu wajib,” ingatnya.
Selain menyorot pengelola GiiA Hotel Maluku-Jakarta, Mony juga memberi kritik pedas kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku yang gagal bahkan jauh dari target pendapat asli daerah (PAD).
“Capaian yang ada masih jauh dari target yang ditetapkan, meski telah ada klarifikasi data dari pihak dinas. Kegagalan ini harus dievaluasi karena dinas Perindag OPD sentral pendongkrak PAD Pemda Maluku,” pungkasnya. (NS)
