
AMBON,Nunusaku.id,- Keterbatasan anggaran dan kondisi lahan yang kering ternyata tidak menyurutkan langkah Desa Wayame Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon untuk bergerak maju.
Melalui inovasi penanaman padi gogo di lahan kering dan berbatu, desa ini berhasil memanen hasil pertanian yang sebelumnya diragukan banyak pihak.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kemandirian desa dapat diwujudkan melalui pengelolaan potensi lokal yang tepat dan keberanian untuk mencoba hal baru.
Awalnya, program penanaman padi gogo di Wayame sempat menuai skeptisisme. Karakter tanah yang kering serta minimnya sumber air membuat sebagian masyarakat pesimistis tanaman padi bisa tumbuh dengan baik.
Namun, keyakinan pemerintah desa yang didukung kerja keras warga akhirnya mematahkan keraguan tersebut.
Saat ini, padi gogo yang ditanam beberapa bulan lalu telah berhasil dipanen dan sedang melalui proses pengeringan.
Hasil panen tersebut direncanakan akan dibagikan kepada masyarakat, khususnya para petani yang terlibat langsung sejak tahap awal pengolahan lahan hingga panen.
Kepala Desa Wayame, Samsudin Menur mengatakan, keberhasilan panen ini menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan desa.
“Program padi gogo akan terus kami kembangkan. Harapannya, selain mencukupi kebutuhan masyarakat Wayame, ke depan hasil produksi bisa dipasarkan ke desa lain bahkan ke wilayah kabupaten,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan padi gogo tidak hanya difokuskan pada aspek ketahanan pangan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, padi gogo diyakini mampu menjadi komoditas unggulan Wayame.
Lebih lanjut, dia berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kota Ambon untuk lebih berani mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki.
“Kami ingin Wayame menjadi contoh bahwa desa bisa mandiri, produktif, dan berdaya saing meski dengan segala keterbatasan,” pungkasnya.
Keberhasilan panen padi gogo di Desa Wayame menunjukkan bahwa inovasi, kolaborasi, dan semangat kebersamaan mampu mengubah tantangan menjadi peluang nyata bagi pembangunan desa. (NS-02)





