Rahayaan Ingatkan Provokator; Jangan Nodai Perdamaian Maluku dengan Fitnah Politik
IMG-20240729-WA0045-750x375

AMBON,Nunusaku.id,– Ditengah upaya Gubernur Maluku dan stakeholder terkait untuk mendamaikan para pihak yang bertikai di Kota Ambon, segelintir orang dan kelompok tertentu malah menggulirkan opini dan fitnah yang malah memantik kemarahan publik.

Adalah Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), salah satu organisasi yang bereaksi dengan para kelompok “kiri” yang “tidak suka dengan terciptanya perdamaian” di Bumi Raja-raja lewat narasi-narasi provokatif.

Ketua FPMM Kota Tual, Ruslani Rahayaan pun memperingatkan oknum dan kelompok tertentu yang dinilai sengaja memainkan narasi tendensius, provokatif, dan menyesatkan terkait proses perdamaian konflik antarwarga Kei, Kailolo, dan Seram Bagian Barat (SBT).

Dirinya bahkan menduga kuat ada upaya sistematis untuk memelintir agenda perdamaian menjadi alat politik guna menjatuhkan Gubernur dan para inisiator perdamaian.

“Kami mencium ada oknum yang tidak ikhlas dengan perdamaian di Maluku. Mereka sengaja menggoreng isu, memutarbalikkan fakta, dan membangun opini sesat untuk menjatuhkan Gubernur dan inisiator perdamaian,” tegasnya, Senin (19/1).

Ditegaskan, proses rekonsiliasi yang digelar di Ambon pekan lalu inisiatif murni kemanusiaan dan persaudaraan, yang diprakarsai Ketua Umum DPP FPMM Umar Key bersama Gubernur Hendrik Lewerissa, demi menghentikan konflik dan menyelamatkan masa depan generasi muda Maluku.

Namun ditengah upaya merajut kembali persaudaraan, justru muncul narasi liar dan tudingan murahan yang diarahkan kepada pemerintah dan FPMM.

“Itu bukan lagi kritik, itu provokasi. Bukan juga perbedaan pendapat, sudah adu domba. Kalau dibiarkan, api konflik bisa tersulut kembali. Kita hindari karena ingin Maluku damai,” katanya lantang.

Diketahui, dialog perdamaian yang digelar di Ambon itu dihadiri perwakilan pemuda Kailolo, Kei, dan SBT sebagai bagian dari upaya meredam konflik dan menutup ruang bagi provokator yang ingin memancing kekacauan baru.

Rahayaan menilai, pernyataan kontroversial tersebut sangat berbahaya, karena bukan hanya merusak kepercayaan publik, tetapi juga mengancam stabilitas keamanan dan harmoni sosial di Maluku.

“Hentikan manuver kotor yang menjadikan perdamaian sebagai sasaran tembak politik. Jangan gadaikan darah dan luka orang Maluku demi kepentingan sempit,” ingat Rahayaan dengan keras.

FPMM sebutnya, tidak akan tinggal diam, jika ada pihak yang terus menggiring opini sesat dan memprovokasi masyarakat dengan menyerang agenda perdamaian pemuda Kailolo, Kei dan SBT.

“Siapapun yang mengganggu perdamaian, berarti melawan nilai pela gandong dan persaudaraan sejati orang Maluku,” pungkasnya.

Perdamaian menjadi salah satu faktor kunci suksesnya pembangunan di Maluku. Investor akan mudah berinvestasi, maka kesejahteraan masyarakat tercipta.

Suasana itu yang kini diwujudkan Gubernur dan para inisiator damai. Dukungan penting diberikan. Jika tak bisa dalam tindakan, cukuplah dengan tutur yang laku dan patut, sebagaimana budaya orang Maluku. Harus baku keku, jang baku kuku. (NS)

Views: 11
Facebook
WhatsApp
Email