Hadiri Sidang Jemaat GPM Bukit Kasih, Kapolda: Gereja–Polri Pilar Strategis Perdamaian Nasional
IMG-20260118-WA0078

AMBON,Nunusaku.id,– Komitmen Polri dalam memperkuat toleransi, moderasi beragama, dan stabilitas keamanan nasional kembali ditegaskan.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartantow saat hadiri pembukaan persidangan ke-XII Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Kategorial Polri Bukit Kasih-Aspol Kayu Putih, Kota Ambon, Minggu (18/1).

Kehadiran Kapolda disambut penuh kekeluargaan melalui prosesi adat Maluku. Pengalungan syal oleh anak-anak jemaat yang diiringi musik tradisional Tifa Totobuang menjadi simbol kuat persaudaraan, kearifan lokal, dan semangat kebangsaan yang hidup di Bumi Raja-Raja Maluku.

Hadir pula Wakil Ketua MPH Sinode GPM Pdt. Ny. A. Lohy, Ketua Klasis Kota Ambon Pdt. Rinto Muskita, Ketua Majelis Jemaat Kategorial Polri Bukit Kasih Pdt. Ny. T. I. Nussy, para pendeta Jemaat Kategorial Polri (Sinar Kasih, Teratai Kasih, dan Dian Kasih), serta jemaat dan tamu undangan lainnya.

Kapolda menegaskan, persidangan jemaat bukan sekadar agenda rutin gerejawi, melainkan forum strategis untuk memperkuat peran Gereja dalam menjawab tantangan sosial, kebangsaan, dan keamanan yang semakin kompleks.

“Sidang jemaat ini momentum penting untuk mengevaluasi pelayanan dan merumuskan program kerja Gereja yang relevan dengan kebutuhan jemaat serta tantangan bangsa saat ini,” tandasnya.

Sinergi antara Gereja dan Polri akuinya, jadi pilar utama dalam menjaga kedamaian Maluku sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas nasional.

Menurut Dadang, penguatan nilai-nilai spiritual dan etika menjadi fondasi penting bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.

“Tugas Polri kedepan semakin kompleks. Pembinaan mental dan rohani menjadi kebutuhan mendasar agar setiap personel Polri bekerja dengan kejujuran, integritas, dan kasih kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolda berharap hasil persidangan ke-XII Jemaat GPM Kategorial Polri Bukit Kasih mampu lahirkan program-program yang menyentuh kebutuhan nyata anggota Polri, baik dalam aspek kerohanian, pembinaan keluarga, maupun kesejahteraan sosial.

Dalam konteks nasional, Kapolda juga menyampaikan tiga pesan strategis. Pertama, Gereja sebagai pilar perdamaian, yang diharapkan terus menjadi agen kesejukan dan penyejuk kehidupan sosial di tengah kemajemukan bangsa.

Kedua, peran aktif Gereja dan Polri dalam menangkal intoleransi dan radikalisme. Kapolda ingatkan maraknya hoaks, ujaran kebencian, serta paham ekstrem di ruang digital yang berpotensi merusak persatuan dan kerukunan umat beragama.

Ketiga, penguatan kolaborasi lintas elemen bangsa. Ditegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilakukan Polri sendiri, melainkan membutuhkan dukungan tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat.

“Sinergi Polri dan tokoh agama adalah kekuatan besar bangsa ini. Pendekatan dialog, kekeluargaan, dan kearifan lokal harus terus dikedepankan dalam menyelesaikan setiap potensi konflik,” katanya.

Tak lupa Kapolda memberi apresiasi kepada panitia, Majelis, dan seluruh jemaat atas dedikasi pelayanan yang telah diberikan.

Ia berharap keputusan-keputusan persidangan dapat membawa manfaat nyata bagi jemaat, masyarakat, serta menjadi kontribusi konkret bagi perdamaian Maluku dan Indonesia.

“Selamat bersidang. Kiranya Tuhan memberkati setiap keputusan yang diambil demi pelayanan kepada sesama dan persatuan bangsa,” tutup Jenderal Bintang Dua itu. (NS)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email