Natal PDI Perjuangan Maluku Jadi Momentum Rohani-Refleksi Perjuangan Kemanusiaan & Politik
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#

AMBON,Nunusaku.id,- Keluarga Besar PDI Perjuangan Provinsi Maluku menjadikan perayaan Natal sebagai momentum rohani sekaligus refleksi perjuangan kemanusiaan.

Natal yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dan sub tema “Allah Menolong PDI Perjuangan Pilpres dan Pemilu Legislatif, serta Kepala Daerah 2029 dan 2031” berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan khidmat di kediaman  Ketua DPRD Maluku, Selasa (6/1) malam.

Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur Watubun menegaskan komitmen partai untuk terus berpihak kepada kaum marhaen.

Karena itu, Natal dirayakan secara sederhana tanpa kemewahan. Dengan mengundang para komunitas disabilitas dan panti asuhan di Kota Ambon untuk menjadi ruang menikmati suasana yang sama dan menerima tanda kasih Natal.

Ibadah Natal dipimpin Pendeta Ruth Saiya dan dihadiri jajaran fungsionaris DPD PDI Perjuangan Maluku, pengurus DPC Kota Ambon, DPC Maluku Tengah, DPC Seram Bagian Barat, PAC se-Pulau Ambon, hingga pengurus ranting.

Suasana ibadah berlangsung khidmat dengan pujian rohani yang dipersembahkan melalui paduan suara, vocal group, serta penampilan solois.

Dalam khotbah yang terinspirasi dari Lukas 2:8-20 tentang kisah para gembala, Pendeta Ruth Saiya mengajak keluarga besar PDI Perjuangan merenungkan makna kelahiran Yesus yang pertama kali disampaikan kepada orang-orang pinggiran. Menurutnya, antusiasme para gembala menjadi cermin keterbukaan kaum kecil terhadap kabar keselamatan.

Ia menegaskan, spirit Natal harus mendorong setiap kader dan simpatisan PDI Perjuangan untuk peka terhadap jeritan rakyat kecil. “Ketika suara orang kecil terdengar, batin kita harus tergerak. Menjadi pembawa kabar sukacita bagi mereka adalah pilihan iman,” ujar Pendeta Ruth.

Pendeta Ruth juga menekankan, meneladani Yesus berarti berani menyuarakan yang tak bersuara dan menghadirkan keadilan bagi mereka yang terpinggirkan.

Semangat inilah yang diharapkan mewarnai seluruh pengabdian dan kerja-kerja politik PDI Perjuangan, sehingga politik menjadi sarana memuliakan Tuhan melalui pelayanan kepada sesama.

Dalam pesan Natalnya, Benhur yang juga Ketua DPRD Maluku akui, ini bukan sekadar agenda seremonial partai, melainkan perayaan iman seluruh keluarga besar PDI Perjuangan.

Ia mengingatkan, Natal hadir ditengah realitas bangsa yang masih diliputi ketidakadilan, kemiskinan, dan berbagai bentuk penderitaan.

“Natal adalah panggilan untuk menyelamatkan keluarga, bukan hanya dalam arti rumah tangga, tetapi juga keluarga besar bangsa. Banyak keluarga tercerai-berai oleh ketidakadilan dan bencana, dan di situlah kehadiran kita diuji,” kata Benhur.

Ia menegaskan, PDI Perjuangan tidak hanya berbicara soal kontestasi politik, tetapi juga konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Komitmen itu diwujudkan melalui keberpihakan pada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan anak-anak panti asuhan, serta dukungan terhadap lahirnya kebijakan yang menjunjung kesetaraan martabat manusia.

Sebagai wujud nyata kepedulian Natal, PDI Perjuangan Maluku menyerahkan 530 paket bingkisan Natal kepada para difabel, Panti Asuhan Santo Maria Yoseph dan Panti Asuhan Pitakola.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPD PDI Perjuangan Maluku. Juga kepedulian yang sama dilakukan kepada pengurus ranting, anak ranting, anak cabang dan DPC.

Perayaan Natal ini menjadi pengingat bahwa iman dan perjuangan tidak dapat dipisahkan. Dalam nuansa Natal, PDI Perjuangan Maluku meneguhkan komitmen untuk terus berjalan bersama rakyat kecil, menjadikan politik sebagai jalan pengabdian, serta menghadirkan harapan bagi kaum marhaen di Maluku. (NS)

Views: 10
Facebook
WhatsApp
Email