
AMBON,Nunusaku.id,- Upaya pencarian ketiga korban KM Sweet yang masih dinyatakan hilang oleh tim SAR gabungan sudah maksimal, namun tak berhasil hingga Minggu (17/3).
“Hasil evaluasi bersama tim SAR gabungan, Ops SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur tim gabungan dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terimakasih,” tandas Kepala Basarnas Ambon Muhammad Arif Anwar, Rabu (20/3).
Sebelum putuskan operasi selesai, Arif mengaku Minggu (17/3) malam sempat beredar informasi yang diterima tim SAR gabungan, bahwa ketiga korban ditemukan di perairan SBT dalam keadaan selamat. Namun setelah tim berkoordinasi dengan Unit Siaga SAR SBT dan Polairud SBT, informasi tersebut tidak benar.
“Kami sangat menyayangkan ada masyarakat yang tega menyebarkan informasi seperti itu,” sesalnya.
Namun kedepan kata Arif, apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau korban ditemukan maka operasi SAR pun dibuka kembali untuk proses evakuasi.
“Kami doakan agar para korban bisa diketemukan apapun kondisinya. Keluarga pun harapan kami tetap tegar hadapi keadaan ini,” harapnya.
Diketahui, tim SAR gabungan kembali lanjutkan operasi hari ketujuh, Minggu, 17/3. Tim menetap sementara di dermaga desa Tehoru Kabupaten Maluku Tengah sejak hari keempat.
Menggunakan KN SAR Abimanyu, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Lantamal IX, Polairud Polda Maluku, dan keluarga korban bergerak menuju beberapa titik koordinat sesuai perhitungan SAR maps hari ketujuh, dimana area pencarian diperluas hingga 137 nautical mil (NM).
Akan tetapi hingga sore hari, upaya pencarian ketiga korban yang masih hilang yaitu Arsywandy Syahwal, Hasan Nur Tualepe dan Imanuel Kresio Ririhena tak jua ditemukan keberadaan mereka.
Adapun lima (5) orang penumpang kapal yaitu Rusdin, Hamid Ely, Kelvin Tuhumena, Naril Wolio dan Nadil Tomia ditemukan selamat pasca kejadian tenggelamnya KM Sweet di perairan laut Banda, 11 Maret 2024 lalu. (NS)

