
AMBON,Nunusaku.id,- Penghujung tahun 2025 menjadi momen penuh makna bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.
Dalam apel bersama akhir tahun 2025 yang dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath menandai 306 hari kerja mereka dengan peneguhan arah pembangunan dan penguatan birokrasi daerah.
Apel yang berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (22/12/25), sekaligus menjadi “kado Natal dan akhir tahun” bagi 2.960 pegawai yang secara resmi menerima SK pengangkatan PPPK di lingkungan Pemprov Maluku.
Gubernur Hendrik Lewerissa menyebut apel bersama ini penting dan strategis sebagai wadah konsolidasi serta evaluasi atas pelaksanaan tugas pemerintahan sepanjang tahun berjalan.
Ditegaskan, pengangkatan 2.960 PPPK Paruh Waktu bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk pengakuan negara atas pengabdian para pegawai yang selama ini bekerja melayani dan menopang jalannya pemerintahan serta pelayanan publik di Provinsi Maluku.
“Kepada seluruh penerima SK PPPK Paruh Waktu, saya ucapkan selamat melayani dan berkarya sebagai ASN Pemprov Maluku. Junjung tinggi integritas, loyalitas, dan disiplin,” pesannya.
Ia menegaskan, selama 306 hari memimpin Maluku bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath, berbagai capaian positif berhasil diraih berkat dukungan seluruh ASN dan pemangku kepentingan.
“Penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat terlaksana dengan baik. Kita mampu mengendalikan inflasi, menangani stunting, mengurangi pengangguran dan kemiskinan, serta memperkuat sektor-sektor strategis seperti perikanan, pertanian, dan perkebunan,” ujar Gubernur.
Pada aspek tata kelola pemerintahan, Provinsi Maluku juga berada pada zona hijau atau kategori baik berdasarkan penilaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meski demikian, Gubernur menegaskan bahwa birokrasi Pemprov Maluku tidak boleh berpuas diri, melainkan harus terus bertransformasi secara dinamis, kreatif, dan inovatif.

Gubernur juga menaruh perhatian serius pada disiplin dan integritas ASN. Ia menilai disiplin aparatur masih perlu ditingkatkan, karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas kerja dan capaian kinerja organisasi.
Untuk itu, ia meminta seluruh pimpinan perangkat daerah bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran disiplin dan etika.
Selain itu, Lewerissa mengingatkan peran strategis ASN sebagai perekat persatuan dan penjaga keharmonisan sosial. ASN diharapkan mampu menjadi “duta damai” ditengah kehidupan orang basudara, sehingga ketenteraman dan kedamaian di Maluku tetap terjaga.
Menghadapi tahun 2026, Gubernur juga menekankan pentingnya sikap adaptif seluruh jajaran pemerintah daerah terhadap tantangan fiskal, terutama kebijakan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
Ia mendorong perangkat daerah untuk bijaksana dalam pengelolaan anggaran, mengoptimalkan program dan kegiatan, serta meningkatkan inovasi guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Menutup arahannya, Gubernur HL mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh ASN atas dedikasi sepanjang tahun 2025.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk menyongsong Tahun 2026 dengan semangat baru, etos kerja yang lebih kuat, dan komitmen yang tidak pernah surut untuk membangun Maluku.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan Selamat Natal Kristus bagi ASN yang merayakan, serta Selamat Menyongsong Tahun 2026 bagi seluruh ASN. Mari terus bekerja bersama, par Maluku pung bae,” tutup orang nomor satu di Maluku itu. (NS)





