Penantian 23 Tahun, Warga Kezia Kini Nikmati Air Bersih; Kado Natal Terbaik
InShot_20251222_000759125

AMBON,Nunusaku.id,- Lima hari lagi umat Kristen di seluruh dunia termasuk di Kota Ambon akan merayakan Natal. Jika biasanya kado Natal berupa bingkisan yang isinya barang, tapi kali ini tidak bagi warga Kezia Negeri Urimessing Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Sebab kado Natal yang diterima ratusan kepala keluarga (KK) lebih dari sekedar barang atau uang, yakni air bersih. Sebuah kebutuhan fundamental yang dinanti 23 tahun lamanya sejak mendiami lokasi itu.

Lewat fasilitasi dan kerja keras Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Yapono yang dipimpin Pieter Saimima bersama anggota DPRD Kota Ambon, warga Kezia per Jum’at (20/12), kini bebas menikmati air bersih.

Hal itu terjadi seiring peresmian oleh Walikota Ambon Bodewin Wattimena langsung di lokasi, dengan secara simbolis memutar beberapa keran air yang mengalir cukup deras.

Peresmian ini menjadi momen bersejarah bagi warga yang selama lebih dari 23 tahun harus hidup tanpa akses air bersih layak. Selama ini, kebutuhan air sehari-hari hanya dapat dipenuhi melalui mobil tangki dengan biaya cukup besar dan memberatkan ekonomi keluarga.

“Paling tidak selama 8 bulan memimpin Ambon, katong paling sedikit telah menyediakan kepada 2000 KK untuk menikmati air bersih. Termasuk di Kezia hari ini (kemarin-red) diresmikan,” tandas Bodewin.

“Kalau selama 23 tahun basudara merasa kemalangan dengan air bersih, maka rasa malang itu telah berubah jadi ungkapan syukur,” akui Walikota.

Walikota menegaskan, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar yang harus dipenuhi pemerintah sebelum berbicara tentang peningkatan kualitas kesehatan maupun pengentasan kemiskinan.

“Kalau orang tidak punya air bersih, jangan bicara dulu soal kesehatan yang baik, apalagi soal mengentaskan kemiskinan. Air bersih adalah kebutuhan utama,” tegas Bodewin.

Hingga saat ini diakuinya, masih terdapat sejumlah wilayah di Kota Ambon yang belum sepenuhnya terlayani air bersih, terutama di kawasan perbukitan dan dataran tinggi.

Namun Pemerintah Kota Ambon terus berupaya melakukan berbagai terobosan agar cakupan pelayanan air bersih dapat meningkat setiap tahun.

“Mungkin dalam lima tahun kepemimpinan belum semua wilayah terakses, tetapi setiap tahun harus ada peningkatan. Target kami, ribuan warga bisa menikmati air bersih, dan program ini harus terus dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya,” ujarnya.

Jantje Mahulette, perwakilan warga Kezia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon, Direktur Perumda Tirta Yapono, serta DPRD Kota Ambon yang telah memperjuangkan hadirnya layanan air bersih di wilayah mereka.

Selama ini, akui dia, warga harus keluarkan biaya besar untuk membeli air dari mobil tangki. Bahkan, sekali pembelian air bisa mencapai Rp 200 ribu, dengan total pengeluaran bulanan berkisar Rp 800 hingga Rp 900 ribu.

“Kehadiran air bersih ini sangat membantu kami. Beban ekonomi berkurang, dan kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi dengan lebih layak menuju perayaan Natal. Ini jadi kado terbaik Natal,” ungkapnya.

Warga berharap awal tahun 2026, khususnya Januari atau Februari, proses pemasangan meteran PDAM sudah dapat dilakukan.

“Kami juga minta perhatian pemerintah bagi rumah tangga yang belum miliki jaringan atau instalasi PDAM, termasuk kebijakan khusus terkait biaya administrasi pemasangan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” harap mantan Kepsek SMPN 6 itu. (NS)

 

Views: 10
Facebook
WhatsApp
Email