9 Tahun Dibangun, Gereja Betfage Kairatu Diresmikan, Gubernur: Jadi Mercusuar Terang-Simbol Persaudaraan
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#

Kairatu,Nunusaku.id,- Suasana Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dipenuhi rasa syukur dan haru, Minggu (21/12/25).

Ditengah lantunan puji-pujian dan doa yang khidmat, Gedung Gereja Betfage Jemaat GPM Kairatu akhirnya diresmikan.

Peresmian yang berlangsung dalam kebaktian Minggu (21/12) pagi itu menjadi penanda berakhirnya sebuah perjalanan panjang yang dibangun dengan iman, kesabaran, dan kebersamaan.

Gedung gereja yang berdiri di atas lahan hibah Negeri Kairatu seluas 62 x 36 meter persegi dan mampu menampung sekitar 300 jemaat, dibangun kurang lebih 9 tahun atau sejak 2016 silam.

Namun lebih dari ukuran dan daya tampungnya, Gereja Betfage kini menjadi simbol pengharapan, ketekunan, dan damai sejahtera — sebuah rumah Tuhan yang diharapkan terus hidup dalam iman, kasih, dan persaudaraan di bumi Saka Mese Nusa.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa hadir langsung dan meresmikan Gereja tersebut, melalui penandatanganan prasasti dan penekanan sirine tanda dibukanya selubung papan nama Gereja didampingi Ketua MPH Sinode GPM, Wakil Bupati SBB Selvianus Kainama dan Ketua DPRD SBB Andhy Koly.

Dalam sambutannya, Gubernur atas nama Pemerintah Provinsi Maluku kepada memberi apresiasi kepada Ketua Majelis Jemaat, para pelayan Gereja, Pemerintah Negeri Kairatu, panitia pembangunan, serta seluruh warga Jemaat GPM Kairatu dan semua pihak yang terlibat.

Menurut Gubernur, rampungnya pembangunan Gedung Gereja Betfage adalah buah dari perjuangan panjang yang dilandasi kepercayaan penuh kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja.

Ia menegaskan, gedung Gereja ini tidak lahir dalam sekejap. Ada kerja keras, partisipasi aktif, dan dukungan tulus dari banyak pihak baik dari jemaat, pemerintah daerah, maupun unsur swasta.

Semua itu, kata Gubernur, diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya persekutuan jemaat yang indah dan utuh, serta mampu mengemban misi pelayanan gereja sesuai amanat Kristus.

“Momentum penahbisan ini hendaknya memperkokoh semangat kebersamaan dan memberi energi baru bagi jemaat untuk memanfaatkan Gereja ini secara optimal, demi pertumbuhan iman yang terus bersyukur dan mengandalkan Tuhan Yesus Kristus,” pesannya.

Peresmian Gereja Betfage terasa semakin istimewa karena berlangsung di masa Adven ke-4, masa penantian umat Kristen akan kedatangan Sang Juru Selamat.

Dalam suasana itulah, Gubernur menyebut kehadiran Gereja ini sebagai kado Natal terindah dari Tuhan bagi Jemaat GPM Kairatu. Sebuah anugerah yang lahir dari kesabaran, kerja keras, dan pengharapan yang tak pernah padam.

Mengacu pada Tema Natal GPM tahun ini, “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua”, Gubernur berharap Gereja Betfage menjadi sumber damai sejahtera, bukan hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Ia menekankan, keindahan Gereja tidak cukup diukur dari bangunannya saja, melainkan dari hidupnya pelayanan dan kepedulian sosial yang mengalir dari dalamnya.

“Maluku adalah laboratorium perdamaian,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak umat untuk terus mendukung program pemerintah daerah dalam membangun Maluku yang maju dan harmonis, termasuk menjaga stabilitas keamanan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Gubernur juga ingatkan, penahbisan ini bukanlah akhir dari sebuah pembangunan, melainkan awal dari tanggungjawab yang lebih besar.

Gereja Betfage, katanya, harus diisi dan dirawat dengan kegiatan-kegiatan positif serta pelayanan yang inklusif.

“Jadikan Gereja Betfage ini mercusuar terang di tengah jemaat dan masyarakat yang majemuk, simbol persaudaraan seiman, dan tempat bertumbuhnya nilai-nilai kasih Kristus,” tuturnya.

Ia pun mengajak Jemaat GPM Kairatu jadikan momentum ini sebagai sarana mempererat hubungan antarumat beragama. Gereja, menurutnya, harus hadir sebagai ruang dialog dan persaudaraan, sebuah laboratorium perdamaian di tengah keberagaman.

“Teruslah merajut hubungan lintas iman yang harmonis di bumi Saka Mese Nusa ini, demi Maluku yang aman, damai, dan sejahtera par Maluku pung bae,” pungkas Gubernur.

Pesan serupa ditegaskan Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. Sadrach Izaac Sapulette, M.Si, dalam khotbahnya.

Mengutip Mazmur 24:1–10, ia mengingatkan, yang berkenan dihadapan Tuhan bukanlah asal-usul, jabatan, atau status, melainkan kualitas hidup yang bersih hati dan bersandar penuh kepada Tuhan.

Gereja, menurutnya, bukan sekadar bangunan yang ditahbiskan, tetapi milik Tuhan sepenuhnya, sementara manusia hanyalah pengelola.

“Gedung Gereja Betfage adalah pusat pembaruan iman dan tanda kehadiran Tuhan di tengah umat,” ujarnya. Karena itu, bukan hanya bangunan yang dikuduskan, tetapi juga hati dan kehidupan jemaat yang melayaninya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Nofi Lessil, mengungkapkan rasa syukur dengan mengutip firman Tuhan.

“Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.” ungkapan.

Ia menegaskan, Gereja Betfage bukan sekadar hasil kerja teknis, melainkan wujud komitmen iman umat. Selama lebih dari sembilan tahun, panitia bekerja dengan kesadaran bahwa yang dibangun adalah bait Allah yang layak dan representatif.

Turut hadir dalam proses peresmian Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama dan istri, Ketua Klasis Kairatu Pdt. Henry Rutumalessy, Ketua Klasis Seram Barat Pdt. Heinard Talarima, para pendeta dan pelayan serta umat Tuhan. (NS)

Views: 3
Facebook
WhatsApp
Email