Perumda Panca Karya Paparkan Penanganan Insiden KMP Bahtera Nusantara 02, Bantah Anggapan Pasif
IMG-20251220-WA0131

AMBON,Nunusaku.id,- Manajemen Perumda Panca Karya membantah anggapan yang menyebut pihaknya bersikap pasif dalam menangani insiden yang dialami KMP Bahtera Nusantara 02 di Perairan Teluk Ambon, Jumat (19/12).

Melalui klarifikasi resmi, perusahaan memaparkan secara rinci langkah-langkah penanganan yang dilakukan sejak awal kejadian hingga kapal sandar dengan aman.

Direktur Perumda Panca Karya, Rany Tualeka dalam keterangannya, Sabtu (20/12) menegaskan, insiden itu terjadi akibat gangguan teknis mendadak pada mesin kapal yang tidak dapat diprediksi, dan bukan disebabkan kelalaian operasional.

Seluruh proses pelayaran, kata dia, telah dilaksanakan sesuai standar keselamatan dan prosedur yang berlaku.

“Begitu gangguan terjadi, nakhoda dan ABK langsung mengambil langkah pengamanan dan berkoordinasi dengan KSOP Ambon. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama,” ujarnya didampingi Direktur Operasional, Syaifudin Goo dan Direktur Keuangan, Maya Kailola.

Atas pertimbangan keselamatan, kapal kemudian mendapatkan bantuan penarikan oleh tugboat dan unsur terkait hingga akhirnya sandar dengan aman di Pelabuhan Ambon.

Manajemen sebutnya, memastikan seluruh penumpang berada dalam kondisi selamat, aman, dan terkendali.

Menanggapi pemberitaan yang menyimpulkan manajemen bersikap pasif, Perumda Panca Karya menegaskan sejak awal kejadian jajaran direksi justru melakukan koordinasi aktif dan intensif dengan berbagai pihak terkait, antara lain KSOP Ambon, PT Pelindo Regional 4 Ambon, Distrik Navigasi Ambon, serta Dinas Perhubungan Provinsi Maluku.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan berlangsung cepat, terukur, dan sesuai ketentuan keselamatan pelayaran.

Sebagai bentuk tanggungjawab kepada penumpang, Perumda Panca Karya juga mengambil langkah konkret, diantaranya pengembalian tiket penumpang, fasilitasi mudik gratis bagi penumpang tujuan Ambon-Banda-Tual, serta penyediaan bantuan perbekalan berupa beras, mi instan, dan air mineral.

“Langkah-langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat pengguna jasa, bukan sekadar respons administratif,” tegas Direktur.

Terkait narasi yang menyebut KMP Bahtera Nusantara 02 sebagai “monumen”, manajemen menilai istilah tersebut tidak tepat.

Kapal tersebut, menurutnya, telah melalui proses perbaikan dan kembali dioperasikan sesuai rekomendasi teknis serta persetujuan otoritas berwenang. Insiden ini justru menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen untuk memperkuat sistem perawatan armada ke depan.

Perumda Panca Karya menyatakan menghormati kebebasan pers, namun berharap pemberitaan dapat disajikan secara berimbang, faktual, dan proporsional, sehingga tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Kami tetap berkomitmen menghadirkan layanan pelayaran yang aman, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Maluku,” pungkasnya. (NS)

Views: 41
Facebook
WhatsApp
Email