
AIR LOUW,Nunusaku.id,- Natal menjadi momentum reflektif yang mempertemukan kembali kebersamaan yang lahir dari perjuangan, lalu diperkokoh dalam persekutuan damai di dalam Kristus.
Itulah makna Natal BRIGIF 708 SATRIA yang dihelat dalam suasana penuh kehangatan di Air Louw, Rabu (17/12) malam.
Kebaktian Natal berlangsung khidmat dengan dukungan penuh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, sebagai wujud perhatian terhadap nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan spiritualitas yang terus dijaga keluarga besar BRIGIF 708 SATRIA.
Rangkaian ibadah diawali pujian dan penyalaan lilin oleh Ketua BRIGIF 708 SATRIA, Maichel Papilaya. Cahaya lilin yang menyala menjadi simbol terang Kristus yang hadir membawa damai, menyinari perjalanan relasi yang pernah ditempa dinamika perjuangan dan perbedaan.
Suasana semakin syahdu saat kidung-kidung pujian dilantunkan oleh GALAKS, mengajak umat masuk dalam perenungan Natal yang mendalam.
Firman Tuhan disampaikan Pdt. Grace Surwuy, dengan perenungan dari Yohanes 14:27–29 bertema “Damai Sejahtera Ku Tinggalkan Bagimu.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Grace menekankan, Natal kali ini miliki makna istimewa karena mempertemukan sebuah persekutuan yang dahulu dipersatukan oleh tujuan tertentu, namun kini hadir sebagai satu tubuh di dalam Kristus.
“Natal berbicara kuat tentang Kristus yang datang membawa damai, bukan hanya bagi dunia, tetapi juga bagi relasi yang pernah diuji oleh waktu dan kepentingan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, damai sejahtera Kristus bukanlah damai yang lahir dari keberhasilan atau terpenuhinya agenda bersama, melainkan damai yang ditinggalkan Yesus sebagai warisan iman.
Damai itu, menurutnya, tidak bersyarat dan tidak berubah oleh situasi dunia, bahkan mampu mempersatukan kembali perbedaan yang ada.
Lebih lanjut, Pdt. Grace mengingatkan bahwa sukacita Natal sejati tidak bersumber dari nostalgia masa lalu, melainkan dari relasi yang terus hidup bersama Kristus.
Merayakan Natal di Minggu Advent Ketiga menjadi pengingat bahwa iman mempersiapkan umat untuk melangkah ke depan dengan pengharapan, bukan terjebak pada masa lalu.
Ketua BRIGIF 708 SATRIA, Maichel Papilaya dalam sambutan Natal menegaskan komitmen untuk menjaga persekutuan yang telah terbangun.
Ia menyampaikan, meski BRIGIF 708 SATRIA pernah melalui fase perjuangan yang intens, kebersamaan dan solidaritas harus tetap dipelihara.
“Kita pernah berjuang bersama. Kini tugas kita adalah menjaga persekutuan ini tetap solid, setia, dan saling menjaga rasa,” ujar Papilaya, yang juga menjabat sebagai Komisaris Bank Maluku Malut.
Ibadah Natal ditutup dengan pembagian bingkisan sebagai simbol kasih dan kepedulian, menandai semangat berbagi yang menjadi inti perayaan Natal.
Dari Air Louw, pesan damai dan kasih Kristus kembali diteguhkan, bahwa dari perjuangan, Tuhan menuntun umat-Nya menuju persekutuan yang manis, damai, dan penuh pengharapan. (NS)





