
AMBON,Nunusaku.id,- Untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polda Maluku akan mengerahkan personel gabungan sebanyak 2.403 orang.
Personil yang dikerahkan terdiri dari 250 personel Polda, Polres Jajaran 1.356 personel dan stakeholder terkait 797 personel.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengatakan, ribuan personel gabungan ini akan mengamankan 676 objek lokasi pengamanan.
Terdiri dari Gereja, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, dan objek pergantian tahun baru.
“Polda Maluku juga menyiapkan 47 pos pengamanan, 27 pos pelayanan dan 8 pos terpadu,” tandas Kapolda saat rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral pengamanan perayaan Nataru di ruang rapat utama Markas Polda (Mapolda) Maluku di Tantui, Kota Ambon, Kamis (11/12/25).
Selain Kapolda, Rakor dihadiri Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI. Nefra Firdaus dan Forkopimda Maluku lainnya. Turut hadir para pimpinan lembaga/ instansi serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan para stakeholder .
Sebelum membuka Rakor Lintas Sektoral dalam rangka Pengamanan Nataru 2025-2026, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto memaparkan beberapa aspek yang perlu menjadi atensi bersama dalam menghadapi perayaan Nataru.
Menurut Kapolda, menjadi tugas bersama pemerintah dan aparat keamanan untuk sama-sama menjamin bahwa kegiatan masyarakat (menjelang dan sesudah Nataru) dapat berjalan aman, lancar dan kondusif.
“Sebelum perayaan Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 kita akan melakukan Kegiatan Rutin Kepolisian yang Ditingkatkan atau KRYD bekerjasama dengan TNI dan pemerintah untuk menciptakan perayaan Nataru aman, lancar dan kondusif,” tandas Dadang.
Kapolda pada kesempatan itu menyoroti terkait penggunaan petasan dan kembang api yang dapat membahayakan masyarakat.
“Minuman keras (Miras) juga harus menjadi perhatian kita, karena ini dapat memicu terjadinya kekerasan,” tegasnya.
Dari tahun ke tahun, Kapolda mengaku kasus yang paling menonjol dan kerap terjadi yaitu berlatarbelakang kekerasan yakni penganiayaan dan pengeroyokan. “Hampir dominan pelaku kekerasan dipicu Miras,” ungkapnya.
Kapolda berharap adanya kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi Miras. “Kalau konsumsi di dalam ruangan tidak masalah, tapi yang menjadi masalah itu ketika dia (pelaku) miras kemudian jalan-jalan dan dia melihat semua orang adalah musuh, maka akan terjadi penganiayaan,” jelasnya.
Pengamanan tempat ibadah (Gereja) menjelang ibadah Natal juga menjadi atensi serius Kapolda. Ia berharap agar semua Gereja diamankan tanpa terkecuali.
“Tidak ada rumah ibadah saat perayaan Natal dan Tahun Baru itu yang tidak dijaga atau diamankan. Metode pengamanannya kita bisa libatkan Pamswakarsa, tapi tidak ada tempat ibadah (Gereja yg) yang tidak dijaga,” pintanya.
Selain itu, guna mewujudkan keamanan, kelancaran dan kondusifitas suatu wilayah terhadap Nataru, Polda Maluku akuinya penting mendeteksi kerawanan-kerawanan.
“Beberapa kerawanan berdasarkan kejadian tahun lalu yang menonjol itu penganiayaan dan pengeroyokan dan ini menjadi atensi kita, termasuk lakalantas (kecelakaan lalulintas),” ujarnya.
Terkait kasus kekerasan, Kapolda kembali menekankan bahwa yang paling dominan pemicunya adalah Miras. Masyarakat dihimbau untuk bijak dalam mengonsumsi miras.
“Kami harapkan masyarakat sadar untuk mengkonsumsi secara bijak. Sebab jika tidak, maka ini akan timbulkan perilaku kekerasan. Mari kita sama-sama awasi dan sadar diri untuk mencegah perbuatan yang merugikan termasuk konflik antar kampung,” harapnya.
Kapolda juga menyoroti terkait pergerakan masyarakat menjelang dan sesudah Nataru. Menurutnya, Maluku lebih dominan menggunakan transportasi laut. Sehingga transportasi laut menjadi perhatian.
“Kita harus melakukan pencegahan (kecelakaan laut) mulai dari bagaimana kita mengecek fasilitas-fasilitas keamanan dan keselamatan hingga proses berjalannya di laut,” ungkapnya.
Apabila terjadi kecelakaan, Kapolda juga berharap dapat cepat direspon. “Yang perlu kita antisipasi lagi masalah petasan. Saya minta ini juga menjadi kesadaran kita untuk tidak menggunakannya,” harapnya.
Di tempat yang sama, Wagub Abdullah Vanath memberikan apresiasi kepada Polda Maluku yang telah menyelenggarakan Rakor lintas sektoral untuk pengamanan Nataru.
“Semoga kerjasama ini terus dipertahankan dan menjelang Nataru ini mudah-mudahan kita sukses ciptakan situasi yang aman, nyaman bagi masyarakat Maluku yang merayakan Natal dan Tahun Baru,” harapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Nefra Firdaus. Ia mengaku Kodam Pattimura siap mendukung dan membantu Polda Maluku amankan Nataru dengan mengerahkan 1000 personel.
“Kodam XV/Pattimura siap membantu Polda Maluku dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ungkapnya. (NS)





