
AMBON,Nunusaku.id,- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pemkot resmi membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Halaman Kantor Camat Nusaniwe, Kamis (11/12/25).
Kegiatan ini menjadi titik pertama dari dua lokasi pelaksanaan GPM dan sebagai langkah nyata pemerintah dalam meredam lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Plt Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette ketika membuka “GPM” tegaskan, tantangan inflasi saat ini memerlukan langkah intervensi yang tepat agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Inflasi berdampak langsung pada daya beli, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, pasar murah seperti ini selalu dinanti sebagai bentuk nyata kehadiran dan kepedulian Pemkot Ambon,” ujar Sapulette.
Pada GPM kali ini, Pemkot Ambon menyediakan 2.395 paket sembako dengan harga jual hanya Rp 55.000 per paket, jauh lebih murah dari harga normal distributor yang mencapai Rp 138.000.
Artinya, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 83.500 untuk setiap paket.
Isi paket sembako meliputi 1 rak telur, 1 kg gula pasir, 1 kg tepung terigu, 1 kaleng susu, 1 liter minyak goreng, dan 1 sachet margarin 200 gram.
Selain Disperindag, Dinas Pertanian Kota Ambon juga terlibat dengan menyediakan komoditas pertanian sesuai kewenangannya.
Program GPM jelang Nataru ini berlangsung selama dua hari di dua kecamatan, yakni 11 Desember 2025 di Nusaniwe dan sehari kemudian di Kecamatan Baguala.
Sekkot berharap pelaksanaan GPM benar-benar menyasar warga yang berhak dan dapat membantu meringankan beban kebutuhan menjelang hari raya.
Pemkot Ambon juga menyampaikan apresiasi kepada PT Perum Bulog Kanwil Maluku-Maluku Utara dan Distributor Survei Berkat Abadi yang telah berkolaborasi menyediakan pasokan pangan dengan harga terjangkau.
Pelaksanaan GPM ini mengacu Perda no. 7 tahun 2024 tentang APBD 2025 serta Perwali no. 55 tahun 2024 tentang Penjabaran APBD 2024, dan bertujuan menstabilkan harga, mengurangi tekanan inflasi, serta memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok.
Program pasar murah ini mendapat respons positif dari warga. Antrean terlihat sejak pagi, dan banyak masyarakat mengungkapkan rasa syukur atas bantuan pemerintah.
Salah satunya, Ibu Desy, warga Negeri Amahusu, yang ditemui di lokasi kegiatan, menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat bersyukur. Pemerintah benar-benar memperhatikan masyarakat kecil seperti kami,” ungkapnya.
“Kebutuhan yang kami perlukan semua ada, dan harganya jauh lebih terjangkau. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan,” tambahnya.
Besarnya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa GPM tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memperkuat kehadiran pemerintah di tengah kehidupan warga.
Selanjutnya, GPM akan berlanjut pada Jumat (12/12/25) di Kecamatan Baguala sebagai titik kedua.
Melalui kegiatan ini, Pemkot berharap masyarakat dapat menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 dengan lebih tenang, tanpa terbebani lonjakan harga bahan pokok. (NS-02)





