Yayasan Belang Musika Maluku Dilaunching: Rumah Kolaborasi-Perkuat Ekosistem Musik
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#

AMBON,Nunusaku.id,- Terinspirasi dari mengikuti Konferensi Musik Indonesia di Jakarta medio Oktober lalu, tercetuslah ide melahirkan wadah baru bagi para musisi di Bumi Raja-raja.

Tak hanya menjadi rumah berkarya dan kolaborasi, tapi juga diharapkan wadah itu dapat memperkuat ekosistem musik Maluku dengan visi “satu irama par musik Maluku maju dan musisi bernilai ekonomi”.

Dihadiri sejumlah musisi, komunitas kreatif, pelaku industri musik seperti Palita Project hingga Rudi Fofid, Yayasan Belang Musika Maluku resmi dilaunching, Kamis (4/12) malam di Cafe Teluk Indah Poka Ambon.

Launching dilakukan Plt Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang mewakili Gubernur dengan menabuh drum, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Christian Tukloy, Ketua Yayasan Belang Musika Maluku, Alberto Dudung dan Direktur Umum BPDM Inggrid Sahusilawane.

Konser mini bertajuk “Today with Jazz in Ambon 2025” menjadi momentum awal peluncuran Yayasan Belang Musika Maluku itu.

Kasrul yakin, Yayasan Belang Musika Maluku akan jadi wadah yang tepat bagi para musisi untuk menghasilkan karya-karya terbaik di bidang musik.

“Pa Gubernur berharap, Yayasan ini akan memperkuat ekosistem musik di Ambon dan Maluku. Menjadi ruang kolaborasi antar musisi-pelaku kreatif untuk menghasilkan karya dan menciptakan event musik yang intens. Pemerintah siap bersinergi,” pintanya.

Dirinya juga ingatkan tantangan saat ini bagi para musisi dan pelaku kreatif ialah kecerdasan buatan atau Artificial Intelegens (AI).

“Jika teman-teman tidak berinovasi, kreatif maka akan tertinggal oleh AI. Tapi memang AI tidak memiliki satu yaitu rasa dalam berkarya dan menciptakan karya,” ingatnya.

Ketua Yayasan Belang Musika Maluku, Alberto Dudung mengaku, filosofi penamaan “Belang” di Yayasan ini agar para musisi berjalan dan berkarya dalam “satu irama” untuk maju bersama-sama.

“Ini ruang, wadah aspirasi dan rumah kolaborasi para musisi. Karena kalau kita tidak bersatu, sulit mencapai semua keinginan dan harapan akan adanya perlindungan hukum dan keadilan ekonomi bagi para musisi,” tandasnya disela launching.

Yayasan Belang Musika Maluku hadir bukan menjadi rival bagi PAPPRI atau komunitas musisi lainnya. Tapi murni, semua lahir dari hati para musisi.

Mengutamakan karya dengan pendekatan solidaritas, kebersamaan dan persaudaraan, Yayasan Belang Musika Maluku ada untuk juga saling menghidupkan antar sesama musisi yang lebih profesional dan bernilai ekonomi. (NS)

Views: 48
Facebook
WhatsApp
Email