
AMBON,Nunusaku.id,- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Swiss-Belhotel Ambon, Rabu (3/12) malam.
Agenda lima tahunan ini dibuka resmi Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKB, Anggia Ermarini, yang hadir bersama jajaran tokoh nasional dan daerah.
Seperti anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah, Plh Sekda Maluku Kasrul Selang mewakili Gubernur, Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Ketua DPC PKB se-Maluku, tokoh agama, pimpinan ormas, serta para mitra politik di daerah.
Dalam pembukaan Muswil yang ditandai pemukulan tifa secara bersama itu, Anggia Ermarini menyampaikan apresiasi atas kerja-kerja konsolidasi PKB di Maluku.
Ia menegaskan, Muswil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat posisi dan arah perjuangan politik PKB di daerah kepulauan seperti Maluku.
“Saya sangat bahagia kembali ke Ambon. Muswil adalah momentum menentukan arah dan titik berdiri kader PKB untuk mengisi ruang-ruang strategis di Maluku,” ujar Anggia.
Ia juga menyoroti capaian PKB yang berhasil meningkatkan kursi dari tiga menjadi empat di DPRD Maluku, sebagai bukti kepercayaan publik yang harus dibalas dengan peningkatan kualitas pelayanan politik.
Menurutnya, Maluku menghadapi tantangan besar ketimpangan fiskal, pengelolaan sumber daya alam, persoalan gizi, hingga ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
PKB, kata Anggia, harus hadir untuk menjawabnya melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal makan ikan atau tidak. Ini kebijakan politik, bagaimana PKB hadir untuk menjawab masalah gizi, lingkungan, pendidikan hingga kesehatan,” tegasnya.
Ketua DPW PKB Maluku Basri Damis turut menegaskan, Muswil menjadi ruang bagi PKB merumuskan agenda perjuangan lima tahun ke depan, termasuk pembentukan struktur kepengurusan periode 2026-2031.
Ia menyoroti minimnya porsi fiskal yang diterima Maluku, padahal daerah ini dianugerahi sumber daya alam besar seperti Blok Masela, Blok Seram, serta berbagai potensi tambang di Seram Barat dan Pulau Buru.
“Pentingnya pengawasan ketat terhadap pengelolaan SDA agar Maluku tidak mengulang kegagalan daerah tambang lainnya. Kalau pengawalan dilakukan lebih baik, Insya Allah Maluku bisa maju, mandiri, dan sejahtera,” tambahnya.
Selain penyampaian arah kebijakan, Muswil ini juga menjadi ajang penetapan Ketua DPW PKB Maluku periode 2026-2031.
Menariknya, lantaran hanya dua nama yang menguat. Yakni Basri Damis Ketua DPW saat ini dan Mu’min Refra, Ketua Fraksi PKB DPRD Maluku, selain tiga nama lain yakni Bupati Aru Timotius Kaidel, Bupati Buru Ikram Umasugi dan Habiba Pellu, eks anggota DPRD Maluku.
DPP akan menjadi penentu akhir apakah Basri bakal lanjutkan kedigdayaan 20 tahun memimpin partai atau akan ada pergantian pucuk kepemimpinan ke orang baru ke empat nama lainnya.
“Lima nama diusulkan forum Muswil, yang nanti akan dibawa ke DPP untuk menjalani fit and proper tes. DPP juga akan lakukan pemetaan terhadap para nama ini. Siapa yang nanti terpilih tunggu saja,” jelas Anggia.
Mengenai potensi akan kemungkinan Basri Damis lanjut memimpin atau terjadi peralihan kepemimpinan, menurutnya, sangat tergantung.
“Basri kan juga masuk dalam lima nama jadi semua bisa terjadi. Proses di DPP yang menentukan,” tandas Ketua Komisi VI DPR-RI itu. (NS-02)
