
AMBON,Nunusaku.id,- Polda Maluku memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan tahun Baru 2026.
AKP Pieter F. Matahelamual, Kanit 1 Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Maluku yang juga menjabat Ketua tim Tindak Satgas Pangan Daerah mengaku, pihaknya bekerja intensif kolaborasi bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Perum Bulog Kanwil Maluuku-Malut dan pemerintah Kabupaten/Kota melakukan pemantauan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan/Bapokting di Maluku.
“Satgas Pangan turun setiap hari untuk memonitor harga, kualitas, dan ketersediaan stok. Fokus kami stabilitas, bukan penindakan. Langkah represif hanya dilakukan jika diperlukan setelah koordinasi lintas instansi,” ujarnya saat dialog publik di studio RRI Ambon, Rabu (3/12).
Selain itu, Satgas juga membuka layanan pengaduan masyarakat terkait temuan dugaan penimbunan, permainan harga bahan pokok (Bapok) atau kecurangan pelaku usaha.
“Bagi masyarakat yang mengetahui atau temukan pelaku usaha yang menjual Bapokting tidak sesuai harga yang ditentukan/lebih tinggi atau kecurangan lain segera melapor ke Tim Tindak Satgas Pangan Polda Maluku dengan nomor : 081337730838,” ungkap Pieter.
Selain Pieter, dialog publik bertajuk “Peran strategis Satgas Pangan Polda Maluku sambut Natal dan Tahun Baru, siap antisipasi lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok” itu juga hadirkan tiga narasumber.
Antara lain Faradila Attamimi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Maluku, Chandra A.G.; Manajer Bisnis Perum Bulog Kanwil Maluku–Maluku Utara (Malut) dan Dr. Izaach T. Matitaputty, S.E., M.Si; akademisi sekaligus pengamat pangan Maluku.
Manajer Bisnis Perum Bulog Kanwil Maluku– Malut, Chandra A.G. memastikan stok pangan di Maluku berada dalam kondisi aman dan terkendali.
“Stok pangan di gudang Bulog sangat mencukupi untuk kebutuhan hingga enam bulan ke depan. Masyarakat tidak perlu panik atau khawatir,” jelasnya.
Bulog juga terus menggelontorkan beras SPHP dan mempercepat distribusi guna menjaga stabilitas harga di pasar.
Sementara, Kadis Ketapang Maluku, Faradila Attamimi akui, pihaknya rutin melakukan evaluasi lapangan bersama-sama instansi terkait serta perhitungan kebutuhan pangan strategis untuk memastikan ketersediaan stok pangan.
“Kami memastikan stok tersedia dengan aman. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM),dan Operasi Pangan Murah (OPM), kami meminimalisir risiko kelangkaan di kabupaten/kota,” jelasnya.
Dialog publik ini menunjukkan keseriusan Polda Maluku dalam meningkatkan transparansi publik, terutama dalam isu strategis seperti stabilitas pangan.
Pada momen menjelang Nataru, periode yang biasanya memicu lonjakan permintaan, kehadiran Satgas Pangan menjadi penting untuk meminimalkan spekulasi harga.
Pernyataan Bulog yang menegaskan stok aman enam bulan kedepan menjadi faktor kunci yang menenangkan masyarakat. Namun, tantangan struktural pangan Maluku yang masih bergantung pasokan luar daerah tetap butuh perhatian jangka panjang, khususnya pengembangan pertanian lokal dan pembangunan infrastruktur penyimpanan di kabupaten/kota.
Upaya Satgas yang memilih pendekatan humanis dan kolaboratif, dengan mengedepankan koordinasi ketimbang tindakan represif, menjadi poin positif dalam menjaga keseimbangan antara pengawasan dan iklim usaha.
Dengan sinergi lintas instansi, langkah antisipatif ini dinilai memadai untuk menjaga stabilitas pangan hingga perayaan Natal dan Tahun Baru berakhir. (NS)
