Pascasarjana IAKN Ambon Helat Semnas; Membangun Budaya Riset-Publikasi Ilmiah yang Benar & Beretika
semnas

AMBON,Nunusaku.id,- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon kembali melakukan kegiatan berskala besar di awal bulan Desember ini, dengan menghelat seminar nasional (Semnas). Tak tanggung-tanggung, seminar yang berlangsung selama dua hari, 1-2 Desember 2025 ini hadirkan dosen dan mahasiswa pascasarjana-sarjana sebagai peserta, dengan tiga narasumber sekaligus untuk berbagi pengetahuan.

Salah satunya Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak Kalimantan Barat, Prof.Dr. Zaenuddin. H.P, MA yang berbagi pandangan tentang “Riset yang bermartabat; dari teori ke praktik”. Serta Dr. Ronny M Kunda, MSc (Sharing best practice; berproses untuk publikasi di jurnal nasional dan internasional) dan Dr. Dewi Tika Lestari, M.Sn (Epistemologi riset musik Gereja nusantara).

Saat membuka Semnas yang mengusung tema “Epistemologi riset dan etika publikasi ilmiah”, Rektor IAKN Ambon, Prof.Dr. Yance. Rumahuru, MA menegaskan, seminar nasional ini penting. Sebab jangankan mahasiswa sebagai peneliti, tetapi juga dosen atau peneliti profesional di Indonesia, harus terus mengevaluasi diri terkait etika riset dan publikasi berbasis epistemologi dan paradigma yang patut dikembangkan dengan baik.

“Ini sebuah langkah strategis dari Pascasarjana IAKN Ambon yang coba merefleksi dan mau memberikan solusi bagi kita semua. Semoga seminar ini dengan tiga narasumber yang memiliki keilmuan masing-masing akan membantu kita, tak saja di Pascasarjana tapi juga IAKN Ambon seluruhnya, baik dosen maupun mahasiswa peneliti,” tandas Rumahuru.

Menurutnya, momentum dan kesempatan ini tidak boleh dilewatkan para peserta baik dosen maupun mahasiswa peneliti baik yang hadir onsite maupun online. Sebab ini ruang untuk terus mengasah dan meningkatkan kapasitas diri terkait komitmen melakukan riset pembelajaran dan publikasi ilmiah.

“Jangan sampai kita digugat karena kita mengabaikan standar-standar etis dalam melakukan dan menghasilkan sebuah karya ilmiah,” demikian Rektor.

Saat sesi paparan materi, Prof Zaenuddin menekankan tentang riset bukan sekadar teknis, tetapi aktivitas yang dilandasi filosofi, moral, dan tanggungjawab. Artinya, menghargai proses, menghormati subjek, jujur pada data, dan bertanggung jawab atas dampaknya.

“Maka penting diketahui dan mesti diilhami bahwa menjadi peneliti yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, dan kemaslahatan,” tandasnya.

Karena itu menurut Prof. Zaenuddin, pra-riset menjadi kunci keberhasilan berlangsungnya riset yang etis dan benar, serta matang dan realistis. Demikian pula peneliti sangat memiliki peran sentral, sebagai instrument penelitian yang mampu menyesuaikan dengan dinamika lapangan.

“Kata kuncinya, bagaimana komitmen menjadi peneliti yang bermartabat. Memandang riset tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi memiliki nilai manfaat dan integritas. Dengan konsisten membangun budaya riset yang berpijak pada kebenaran, dilakukan dengan jalan benar dan bermanfaat bagi sesama,” kunci Zaenuddin.

Sebelumnya, Dr. Flavius Andries, MA, ketua panitia seminar nasional dalam laporan menyatakan, alasan dilakukannya seminar ini guna meningatkan kesadaran akademik tentang hubungan antara epistemologi riset dan etika publikasi, serta membekali peserta dengan prinsip-prinsip praktis dalam praktek ilmiah yang sahih. (NS)

Views: 5
Facebook
WhatsApp
Email