Jelang Nataru, Legislator PDIP Minta Tiga BUMN Ini Maksimal Salur Energi-Pangan di Maluku
taborat

AMBON,Nunusaku.id,- Memasuki Desember atau kurang lebih tiga pekan menjelang Natal-Tahun Baru (Nataru), DPRD Maluku melalui Komisi II marathon menggelar rapat dengan mitra kerja baik Pertamina, PLN dan Bulog terkait kesiapan mereka untuk melakukan distribusi energi dan pangan ke masyarakat di 11 Kabupaten/Kota se-Maluku.

Anggota Komisi II DPRD Maluku, Andreas Taborat menegaskan, pentingnya kesiapan distribusi energi dan pangan di wilayah Maluku. Sebab Maluku yang karakteristiknya kepulauan berbebda dengan wilayah lain di Indonesia, sehingga harus ada upaya-upaya signifikan dan serius dari mitra kerja.

Hal ini disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak PLN Maluku/Maluku Utara, Bulog Wilayah Maluku, dan Pertamina Patra Niaga wilayah Maluku terkait kesiapan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di ruang rapat komisi, Senin (1/12).

“Kebutuhan masyarakat akan energi dan pangan alami peningkatan signifikan jelang Nataru. Lampu-lampu yang biasa dipakai untuk kebutuhan rumah kini digunakan untuk penerangan jalan, halaman rumah, hingga lampu hias. Ini sebabkan permintaan listrik meningkat, sehingga kesiapan jaringan PLN harus optimal,” ujarnya.

PLN Maluku tegas Taborat, agar segera juga melakukan perbaikan jaringan listrik dan mesin tua sejak awal. Ia mencontohkan beberapa wilayah di Kota Ambon yang kerap mengalami pemadaman rutin, terutama saat akhir pekan. Pemadaman ini, meskipun untuk perbaikan, terkadang mengganggu proses ibadah masyarakat.

“Kami berharap perbaikan jaringan dilakukan sejak awal agar saat puncak perayaan, distribusi listrik tidak terganggu dan semua aktivitas masyarakat berjalan lancar. Hal ini sangat penting terutama di pulau-pulau terpencil, yang hanya menikmati listrik beberapa jam setiap hari,” jelasnya.

Sedangkan untuk Pertamina Patra Niaga, politisi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya pengaturan distribusi BBM, terutama ke daerah kepulauan yang hanya bisa dijangkau melalui transportasi laut.

“Kalau ada kuota tambahan yang disetujui pemerintah daerah, sebaiknya diutamakan untuk wilayah kepulauan agar distribusi BBM aman dan lancar. Untuk daerah yang bisa dijangkau jalur darat, distribusi melalui mobil tanki tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya.

Menurut Taborat, antisipasi dini sangat penting mengingat cuaca di Maluku cenderung buruk pada pertengahan Desember hingga awal Januari. Stok di lokasi perlu dijaga agar masyarakat dan industri tetap terpenuhi kebutuhannya.

Selain energi, Legislator dapil KKT-MBD itu juga menyoroti distribusi beras oleh Bulog Maluku. Ia meminta agar distribusi ke mitra, terutama di desa-desa terpencil, dipercepat dan ditingkatkan jumlah mitranya.

“Distribusi ke mitra harus dipercepat supaya akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap lancar. Penambahan jumlah mitra Bulog juga bisa menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat, termasuk di daerah terpencil,” ujarnya.

Taborat menekankan agar distribusi dari gudang Bulog ke mitra tidak setengah-setengah. Ia mencontohkan, kadang masyarakat memesan 50 karung beras tetapi hanya diberikan 25 karung. Hal ini dinilai bisa mengganggu ketersediaan pangan, terutama menjelang Hari Raya.

Ditegaskan, koordinasi antara Pertamina, PLN, dan Bulog sangat penting agar kebutuhan masyarakat di Maluku, baik di kota maupun pulau-pulau terpencil, terpenuhi secara optimal.

“Dengan langkah koordinasi dari Pertamina, PLN, dan Bulog, masyarakat Maluku diharapkan dapat merayakan Nataru dengan aman, nyaman, serta terpenuhinya kebutuhan energi dan pangan, termasuk di pulau-pulau terpencil,” tutup Bendahara DPD PDI Perjuangan Maluku itu. (NS)

Views: 6
Facebook
WhatsApp
Email